Kamis, 08 Desember 2011

INSTALASI ! ! kabel rumah / gedung (IKR / G)

3.1      Instalasi Kabel Rumah (I.K.R.)

Instalasi Kabel Rumah adalah persayaratan teknis / standar yang harus diikuti oleh instalatur / pemasang kabel rumah agar mempunyai kesamaan persepsi tentang instalasi kabel rumah baik tentang material maupun tata cara yang benar menurut spesifikasi yang ditetapkan.

3.1.1.    Material I.K.R.
3.1.1.1. Material Pokok

Kabel Indoor
Kabel berisolasi dan berselubung PVC dengan kapasitas ≥ satu pair yang konstruksi, sifat / syarat elektris dan pengkemasannya sesuai STEL-K-002 atau SII 0612-83








Gambar 3.1 : Kabel dalam rumah (indoor cable)

Soket
Merupakan terminal penyambung antara instalasi kabel dalam rumah (indoor cable) dengan perangkat terminal (misal pesawat telepon) sehingga memudahkan menyambung dan memutuskan hubungan antara terminal ke instalasi kabel rumah.
Jenis Soket
a. Soket Tanam
     Adalah soket yang pemasangannya ditanam pada dinding tembok








Gambar 3.2.: Soket Tanam

Soket Tempel
Adalah soket yang pemasanganya ditempel pada dinding tembok, kayu, sisi meja atau bidang vertikal dengan menggunakan sekrup, paku atau lem

.










Gambar 3.3 : Soket Tempel


Kotak terminal Batas (KTB)
Kotak Terminal Batas digunakan sebagai tempat penyambung IKR dengan saluran penanggal dari Kotak Pembagi (KP)








Gambar 3.4 : Kotak Terminal Batas (KTB)

Tray Cable
1)  Tray Terbuka
Digunakan pada jalur kabel yang dipasang diatas plafond dan dibawah raised floor

.





Gambar 3.5 : Tray Terbuka

2)  Tray Tertutup
Digunakan pada jalur mendatar dan menurun, menempel pada dinding dalam ruangan dan jalur mendatar di bawah lantai raised floor





Gambar 3.6 : Tray Tertutup

Pipa instalasi
1) Pipa Lurus 5/8 dari PVC / Besi




Gambar 3.7 : Pipa PVC

2) Pipa Siku 5/8 dari PVC / Besi






Gambar 3.8 : Pipa Siku

Klem Pipa dari Plat Seng / Besi / Plastik





Gambar 3.9 : Klem Pipa
Kotak Sambung Kabel
1) Kotak Lurus (Through Box)






Gambar 3.10 : Kotak lurus
2) Kotak Siku







Gambar 3.11 : Kotak Siku

3) Kotak Tiga Arah (Tree Box / 3-Way)







Gambar 3.12 : Kotak Tiga Arah
4) Kotak Silang (Intersection Box / 4-way)






Gambar 3.13 : Kotak Empat Arah
5) Kotak Akhir (Terminal Box / 1-way)






Gambar 3.14 : Kotak akhir
3.1.1.2. Material Bantu
Klem Kabel Plastik







Gambar 3.15 : Klem Kabel Plastik
Klem Kabel dengan perekat
Digunakan pada IKR yang sifatnya temporer





Gambar 3.16 : Klem Kabel dengan Perekat

Sadel untuk Persilangan
Digunakan pada IKR yang sifatnya temporer, apabila dalam keadaan terpaksa kabel harus menyilang pipa atau kabel lain maka pada titik silang harus digunakan sadel persilangan.
Persilangan dengan saluran listrik sebaiknya dihindarkan.








Gambar 3.17 : Sadel untuk Persilangan
Kawat Penarik








Gambar 3.18 : Kawat penarik kabel




Konektor Urat Kabel UR ( 3 urat)
Konektor urat kabel jenis ini lebih dikenal dengan sebutan konektor jagung

.









Gambar 3 .19 : Konektor Urat Kabel UR (3 urat)
Pita Isolasi







Gambar 3.20 : Pita Isolasi
Paku Beton


Gambar 3.21 : Paku Beton
Paku Sekrup





Gambar 3.22 : Paku Sekrup


3.1.2. Peralatan Bantu I.K.R.
3.1.2.1. Alat Bantu Instalasi
a)    Bor tangan/listrik dengan mata bor 6 mm
b)    Palu
c)    Kombinasi tang
d)    Obeng minus (-) dan positif (+)
e)    Gergaji besi
f)     Meteran
3.1.2.2. Alat Bantu Sambung
a)    Crimping Tool
b)    Scrapper (Pengupas urat kabel)
c)    Krip tang

3.1.2.3. Alat Bantu Keamanan
a)    Tangga
b)    Sabuk Pengaman
c)    Sarung tangan

3.1.3.    Spesifikasi Instalasi
3.1.3.1. Ketentuan Umum
a)    IKR bagi pelanggan telepon harus menggunakan pelindung pipa atau tray.
b)    Kabel indoor yang digunakan harus yang sesuai dengan yang dipersyaratkan pada STEL-K-002
c)    Penggunaan kabel indoor tempel langsung (tanpa pipa atau tray pelindung) harus dihindarkan, kecuali pada kondisi yang bersifat temporer.
d)    Pemilihan penggunaan pipa atau kabel tray disesuaikan dengan keadaan ruangan dan rumah pelanggan.
e)    Pada setiap titik akhir instalasi harus digunakan soket telepon
f)     Soket telepon yang digunakan harus sesuai dengan yang dipersyaratkan pada STEL Soket TELEPON
g)    Jumlah soket telepon yang diijinkan bagi 1 (satu) saluran telepon dalam satu rumah sebanyak-banyaknya adalah 5 (lima) buah soket
h)    Hubungan antara soket yang satu dengan lainya dirangkaikan secara paralel
i)      Penempartan soket pada ruangan didalam rumah dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan
j)      Tidak diijinkan IKR tersambung langsung kepesawat telepon tanpa melalui soket telepon.

3.1.3.2.        Teknik Instalasi
     
      Ada 2 teknin Instalasi Kabel Rumah bagi pelanggan telepon, yaitu IKR Tanam dan IKR Tempel
a)    IKR Tanam adalah Instalasi kabel rumah bagi pelanggan telepon dengan menggunakan pipa yang ditanam pada dinding atau lantai rumah pelanggan.
b)    IKR Tempel adalah Instalasi kabel rumah pelanggan telepon dengan menggunakan pipa atau kabel duct yang ditempelkan pada dinding, plafond atau rangka plafond rumah pelanggan.
      Dalam pemasangan dapat digunakan gabungan kedua teknik IKR diatas dengan perimbangan kondisi ruangan dan rumah pelanggan

3.1.3.3.        Teknik Instalasi

                  Tabel berikut ini menjelaskan tentang penggunaan masing-masing teknik IKR dalam penerapannya di rumah pelanggan

.






Tabel 3.1. Penggunaan masing masing teknik IKR
IKR
Bahan Pelindung
Penggunaan pada
1.  TANAM
1.  Pipa
1.  Dinding :
      a.  Terminal awal
      b.  Jalur mendatar
      c.  Jalur menurun
      d.  Terminal akhir
2.  Lantai :
      Jalur mendatar
2.  TEMPEL
1.  Tray
1.  Dinding :
      a.  Terminal awal
      b.  Jalur didalam ruangan
      c.  Mendatar dibawah plafond
      d.  Mendatar diatas lis lantai
e.  Jalur cabang/menurun ke terminal akhir
2.  Lantai :
      Dibawah lantai raised floor
3.  Koridor :
      Jalur mendatar sepanjang koridor
4.   Plafond :
     Jalur mendatar atas plafond dengan tray terbuka

2.  Pipa
1.  Dinding :
      a.  Terminal awal
b.  Bagian atas sepanjang koridor diatas plafond
2.  Lantai :
      Dibawah lantai raised floor
3.  Plafond :
      Diatas plafond dengan rangka kayu


3.2. IKR Tanam
3.2.1. Persyaratan

         IKR Tanam dipergunakan pada jalur kabel telepon mendatar dan atau jalur vertikal manurun dengan menggunakan kabel indoor didalam pipa yang ditanam pada dinding rumah
         Jarak antara jalur IKR yang ditanam sejajar dengan instalasi listrik PLN sekurang-kurangnya adalah 30 cm.
         Ketinggian jalur IKR tanam mendatar dari permukaan lantai dasar rumah sekurang-kurangnya adalah 30 cm.
         Pada keadaan ruangan yang tidak memungkinkan, dalam satu rumah dapat digunakan IKR kombinasi antara Tanam dan Tempel.
Pada jalur percabangan, persilangan dan atau belokan ke/dari ruangan lain harus menggunakan kotak tiga arah, kotak silang, dan atau kotak siku.
         Tiap titik akhir jalur yang akan diterminasikan dan dipasang soket telepon harus menggunakan kotak akhir.
3.2.2. Tahap Pemasangan

            Tahap pemasangan IKR Tanam adalah sebagai berikut :
a)    Penentuan jalur kabel, lokasi soket dan kotak cabang / silang bila diperlukan
b)    Pemasangan (penanaman) pipa pada dinding
c)    Penarikan kabel kedalam pipa
d)    Penyambungan urat kabel pada percabangan
e)    Pemasangan soket tanam
f)     Pengukuran instalasi

3.2.3. Penentuan jalur kabel

            Tujuannya untuk memilih tempat-tempat yang baik dan memenuhi syarat bagi alur kabel.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penempatan / pemasangan alur kabel dalam rumah :
a)    Sejauh mungkin harus memilih bagian bangunan yang mudah pengerjaannya serta rute kabel sependek mungkin
b)    Mudah dicapai bila sewaktu-waktu diadakan pemeliharaan atau perlu perbaikan
c)    Sejauh mungkin alur kabel harus lurus baik pada posisi horisontal maupun posisi vertikal, kecuali apabila terpaksa harus mengikuti bagian bangunan.

3.2.4. Pemasangan dan penggunaan
      Berikut ini adalah cara pemasangan pipa pada dinding dan penggunaan IKR Tanam pada jalur kabel telepon dan rumah.

1)  Cara pemasangan pipa
·   Lubangi dinding pada jalur yang telah ditentukan sedalam ± 3 cm dengan lebar 3 cm. pada jalur di lantai lubang pipa harus sedalam 5 cm dengan lebar 3 cm.
·   Buat lubang unuk penempatan kotak lurus pada setiap belokan seperti gambar di bawah

·   .










Gambar 3.23 : Pembuatan lubang dinding dan lantai untuk menanam pipa




















Gambar 3.24 : Penempatan kotak lurus pada setiap belokan

§  Masukkan kawat penarik kedalam setiap pipa yang akan ditanam pada jalur mendatar
§  Masukkan pipa pada jalur lubang dan pasang klem untuk menahan. Jarak antar klem penahan ± 100 cm.
§  Pasang kotak cabang, kotak silang (jika ada), kotak lurus, siku dan kotak akhir pada tiap terminal akhir.
§  Tutup dengan adukan pasir semen kemudian haluskan permukaan dengan semen basah.
















Gambar 3.25 : Pipa yang akan ditanam














Gambar 3.26 : Pemasangan kotak siku, lurus dan akhir




















Gambar 3.27 : Instalasi setelah ditutup semen

Pada jalur paralel dengan kabel listrik PLN, jarak terdekat antara pipa / soket ± 30 cm




























Gambar 3.28 : IKR Tanam paralel dengan kabel listrik PLN


2)  Penarikan kabel Indoor kedalam pipa
Penarikan kabel kedalam pipa mengikuti cara berikut :
a)    Pada jalur menurun pipa dimasukan langsung kealam kabel dari kotak cabang/siku atas












Gambar 3.29 : Pemasukan kabel kedalam pipa jalur menurun
b)    Pada jalur mendatar kabel dimasukkan kedalam pipa dengan bantuan kawat penarik


















Gambar 3.30 : Penarikan kabel kedalam pipa jalur mendatar

3)  Penggunaan IKR Tanam
a)  Pada Terminal Awal
      Terminasi awal adalah tempat penyambungan IKR (pada jalur masuk rumah) dengan saluran penanggal. Ketinggian kotak terminasi awal dari permukaan lantai sekurang-kurangnya adalah 170 cm.

















Gambar 3.31 : Terminasi awal pada jalur masuk rumah IKR tanam



b) Pada terminasi akhir
Terminasi akhir adalah akhir setiap jalur IKR yang sambungkan ke soket telepon















Gambar 3.32 : Terminasi akhir IKR Tanam
c)   Pada jalur menurun dan mendatar didalam atau diluar ruangan

      Jalur mendatar dapat ditanam pada dinding bawah plafond, diatas plafond atau bagian bawah dinding dengan ketinggian serendah-rendahnya 30 cm dari permukaan lantai.
      Jarak minimum antara soket dilantai atas dengan permukaan lantainya adalah 15 cm.
Pada titik percabangan jalur mendatar dengan jalur kelantai atas dan kebawah digunakan kotak tiga arah.
















Gambar 3.33 : Jalur menurun dan mendatar IKR tanam


d)   Pada jalur antara lantai bawah dengan lantai atas pada rumah bertingkat























Gambar 3.34 : IKR tanam antar lantai

3.3.IKR Tempel
3.3.1.  Persyaratan
a)    IKR tempel digunakan pada jalur atas plafond, jalur mendatar/ menurun pada dinding dan pada jalur bawah lantai raised floor atau pada bagian bangunan rumah yang menggunakan konstruksi kayu.
b)    Pemasangan jalur IKR tempel pada dinding harus menggunakan pipa atau tray tertutup
c)    Jalur IKR tempel pada atas plafond yang terbuat dari rangka kayu dapat menggunakan pipa, tray tertutup atau jika jumlah kabel pair pada satu jalur paralel lebih dari 6 pair dapat menggunakan tray terbuka
d)    Jalur IKR tempel pada bagian bawah lantai raised floor dapat menggunakan pipa, tray tertutup atau tray terbuka
e)    Dalam satu jalur kabel dengan pipa tidak boleh terisi lebih dari 3 pair kabel
f)     Ketentuan lain mengacu pada Persyaratan IKR tanam.



3.3.2. Tahap pemasangan

Tahap pemasangan IKR Tempel adalah sebagai berikut :
IKR Tempel dengan tray
a)    Penentuan jalur, lokasi soket, percabangan dan persilangan
b)    Pemasangan tray
c)    Penarikan kabel
d)    Penyambungan urat kabel
e)    Pemasangan soket
f)     Pengukuran instalasi

IKR Tempel dengan pipa
a)    Penentuan jalur dan percabangan
b)    Pemasangan pipa
c)    Penarikan kabel
d)    Pemasangan klem pipa
e)    Penyambungan urat
f)     Pemasangan soket
g)    Pengukuran instalasi

3.3.3. Pemasangan dan penggunaan

Penentuan Jalur Kabel
Tujuan unuk memilih tempat-tempat yang baik dan memenuhi syarat bagi alur kabel.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan  dalam menentukan penempatan / pemasangan alur kabel dalam rumah :
a)    Sejauh mungkin harus memanfaatkan bagian bangunan yang telah ada dan mudah pengerjaannya serta rute kabel sependek mungkin.
b)    Mudah dicapai bila sewaktu-waktu diadakan pemeliharaan atau perlu perbaikan.
c)    Sejauh mungkin alur kabel harus lurus baik pada posisi horisontal maupun posisi vertikal, kecuali apabila terpaksa harus mengikuti bagian bangunan untuk mencapai keserasian arsitektur.
d)    Sejauh mungkin memanfaatkan permukaan kayu dari pada permukaan tembok / beton atau bahan keras lainnya.
e)    Pemasangan alur kabel dengan posisi horisontal supaya dilakukan pada pelipit kayu atau plint kayu, sedangkan posisi vertikal dilakukan pada pintu atau pojok kamar/ruangan
f)     Hindari pemasangan alur kabel pada tempat-tempat yang sering atau mudah terganggu

IKR Tempel dengan tray
Berikut ini adalah pedoman dan petunjuk pemasangan tray, teknik penyambungan pada percabangan, belokan datar menurun, belokan siku mendatar dan beberapa contoh pemasangan tray dalam rungan.

a) Cara Pemasangan tray
Pada jalur             lurus menempel dinding dan pada lantai dibawah raised floor.
§  Jarak antara paku pada tray yang menempel dinding ± 30 cm
§  Jarak antara paku pada tray yang menempel pada lantai ± 70 cm



Gambar 3.35 : Pemasangan tray pada jalur lurus dinding dan lantai

Penyambungan tray pada belokan menurun-mendatar (sebaiknya)
Gambar 2.36 : Pemasangan tray pada belokan  menurun – datar









Penyambungan tray tertutup pada jalur datar menyiku

Gambar 3.37 : Pemasangan tray pada jalur datar menyiku

Penyambungan tray pada belokan mendatar mengikuti tiang rumah


Gambar 3.38 : Pemasangan tray mengikuti belokan tiang rumah







Pencabangan dengan tray

Gambar 3.39 : Tehnik pembuatan jalur cabang dengan tray


b)   Penarikan Kabel
Dengan bantuan pita isolasi kabel indoor ditempatkan sepanjang jalur tray. Jarak antara pita isolasi pemegang kabel untuk jalur mendatar ± 60 cm, sedang pada jalur menurun ± 75 cm.
Sisakan ujung kabel sepanjag :
§  20 cm untuk penyambungan ke soket
§  25 cm untuk penyambungan setiap cabang















Gambar 3.40 : Pemasangan kabel pada tray


c)  Penggunaan IKR Tempel Dengan Tray
         Pada jalur masuk rumah (terminal awal KTB)
      Terminal awal (KTB) adalah tempat penyambungan IKR saluran penganggal. Ketinggian kotak terminal awal dari permukaan lantai sekurang-kurangnya adalah 170 cm.












Gambar 3.41 : Terminasi awal pada jalur masuk rumah lewat plafond
                 

Pada dinding ruangan
                  Tray tertutup dapat dipasang dalam ruangan pada jalur mendatar pada dinding tepat dibawah plafond atau mengikuti lis dinding atas lantai.













                  Pemasangan tray pada dinding bawah plafond

Gambar 3.42 : Penggunaan tray pada dinding bawah plafond
Pemasangan tray pada atas lis dinding atas lantai

Gambar 3.43 : Penggunaan tray pada lis dinding atas lantai

(3)     Pada atas lantai dibawah raesed floor.
Instalasi IKR dibawah rased floor dapat menggunakan tray tertutup atau tray terbuka seperti dibawah ini.





Gambar 3.44 : Penggunaan tray pada lantai dibawah raised floor


(4)     Diatas plafond
PenggunaanTray diatas plafond hanya dengan jenis tray terbuka dan digunakan jika jumlah pair kabel dalam satu jalur lebih dari 6 pair. Dapat juga dipakai beberapa pipa dalam satu jalur jika jumlah pair kabel cukup banyak sebagai pengganti tray terbuka.
Tray tertutup tidak untuk penggunaan diatas plafond

.
Gambar 3.45 : Penggunaan tray terbuka di atas plafond





3)   IKR Tempel dengan pipa
            Pipa tempel dapat digunakan pada jalur mendatar diatas plafond, dibawah lantai raised floor, sepanjang koridor dan pada jalur keatas plafond di terminal awal.
            Berikut ini adalah pedoman dan petunjuk pemasangan pipa, tehnik penyambungan pada percabangan, belokan, datar menurun, belokan siku mendatar dan beberapa contoh pemasangan tray dalam ruangan.
a)   Cara Pemasangan
            Pada Dinding
Pipa dipasang menempel langsung kedinding dengan klem pipa.
Jarak antara klem jika pipa dipasang mendatar adalah ± 60 cm. pada pipa yang dipasang menurun jarak antar klem ± 75 cm

.
Gambar 3.46 : Pemasangan pipa dengan klem pada dinding


Pada Rangka (kayu) plafond
                  Pemasangan pipa pada plafond dengan klem pipa yang dipasang pada rangka kayu plafond. Pada plafond yang tidak menggunakan rangka kayu dapat digunakan  tray terbuka atau dipakai alternatif jalur IKR lain

.




Gambar 3.47 : Pemasangan pipa pada rangka kayu plafond

Pada lantai dibawah raised floor
                  Pemasangan pipa pada lantai dilakukan langsung dengan klem pipa.
Klem pipa dapat dipasang dengan paku beton atau fischer. Jarak antar klem ± 50 cm

.
Gambar 3.48 : Pemasangan pipa pada lantai

b)   Pembuatan jalur cabang dengan pipa
            Pembuatan jalur cabang dengan pipa dilakukan dengan bantuan kotak cabang tiga arah dan kotak silang.
             Jalur cabang pada plafond, pada lantai dan pada koridor dilakukan seperti gambar dibawah ini

.




Gambar 3.49 : Pembuatan jalur cabang dengan pipa tempel

c)   Persilangan dengan kabel listrik
Padapersilangan dengan kabel listrik (PLN) harus dibuatkan jalur seperti contoh di bawah

.

Gambar 3.50 : Persilangan dengan kabel listrik


d)   Penarikan Kabel
Penarikan kabel pada IKR tempel dengan pipa dilakukan sama seperti penarikan kabel pada IKR tanam.
Penarikan kabel dari atas plafond ke jalur dalam ruangan dapat dilakukan seperti contoh berikut

:
Gambar 3.51 : Penarikan kabel jalur plafond kebawah

e)   Penggunaan IKR tempel denga pipa
Berikut ini adalah contoh penggunaan IKR tempel pipa.
Pada terminasi awal, jalur masuk rumah




Gambar 3.52 : Penggunaan pipa tempel pada jalur masuk rumah




Pada dinding diatas plafond

Gambar 3.53 : IKR tempel pipa pada dinding atas plafond
Pada rangka atas plafond
Gambar 3.54 : IKR tempel pipa pada atas plafond

Pada lantai dibawah raised floor
Gambar 3.55 : IKR tempel pipa pada lantai raised floor

Instalasi Temporer
Pemakaian kabel indoor tempel langsung hanya diijinkan dalam keadaan darurat.
Keadaan darurat yang dimaksud disini adalah jika :
a)    Pemakaian jalur kabel ke pesawat telepon hanya untuk jangka waktu tertentu kurang dari 1 (satu) bulan dan
b)    Tidak memungkinkan dipasang dengan pelindung pipa atau tray.
Pemasangan  Instalasi temporer dilakukan  dengan bantuan klem kabel plastik, klem kabel dengan perekat atau staple.
Catatan :
Pada jalur instalasi temporer yang bersilangan dengan instalasi listrik PLN harus menggunakan sadel.





Berikut adalah cara pemasangan instalasi temporer :
Dengan klem kabel plastik/staple


Gambar 3.56 : Penggunaan klem kabel plastik untuk instalasi temporer

Dengan bantuan klem kabel berperekat
Gambar 3.57 : Penggunaan klem kabel berperekat untuk instalasi temporer


3.4. Penyambungan Urat Kabel
           
            Penyambungan urat kabel dilakukan pada titik/jalur percabangan dan persilangan pada IKR dengan benturan Konektor urat kabel tipe UR (konektor jagung) untuk 3 urat.


3.4.1. Penyambungan urat
kabel pada IKR


Gambar 3.58 : Penyambungan pada percabangan

Gambar 3.59 : Penyambungan pada persilangan

3.4.2. Penyambungan urat kabel pada IKR dengan tary tertutup/ terbuka

Gambar 3.60 : Tehnik penyambungan urat kabel pada percabangan dan persilangan




3.5. Terminasi
Soket
Definisi
Soket RJ-11 adalah suatu alat penyambung yang merupakan antar muka (interface)  dari ujung akhir  instalasi kabel dalam rumah dengan konektor RJ-11
Konektor RJ-11 adalah suatu alat penyambung yang merupakan antar muka (interface) dari ujung awal utas telepon dengan soket RJ-11
Utas telepon adalah kabel berurat jamak sebagai penyambung elektris antara pesawat telepon/terminal dengan soket RJ-11 melalui konektor RJ-11
Terminal Batas adalah terminal antara (interface) ujung akhir kabel penanggal (dropwire) dengan ujung awal kabel rumah (indoor cable)
Lubang Konektor (outlet dari soket)  adalah lubang tempat dudukan atau untuk memasukan konektor RJ-11 dengan pengunci konektor
Konektor (plug) adalah unit penyambung yang merupakan pasangan dari lubang konektor
Dudukan pin adalah tempat dudukan kawat pin pada lubang konektor RJ-11
Pin (Kawat pin) adalah kawat-kawat kontak pada lubang konektor RJ-11

Fungsi Soket
Yaitu untuk penyambungan antara saluran rumah dengan kabel ke pesawat
Sebagai terminasi kabel untuk penggunaan pesawat telepon secara paralel
Sebagai terminasi saluran telepon untuk penggunaan pesawat telepon lebih dari satu dalam satu gedung/rumah
Kapasitas Soket
Soket yang mempunyai kapasitas :
a)    Satu saluran disebut soket tunggal
b)    Dua saluran disebut soket ganda
Jenis Soket
Jenis soket secara umum dibagi dalam 2 kelompok, yaitu :
1)    Soket RJ-11 tempel
Soket RJ-11 tempel digunakan pada instalasi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penanaman soket seperti :
a)    Pada dinding meja
b)    Pada dinding kayu
c)    Pada permukaan lantai
d)    Pada pilar kayu

Dalam hal digunakan soket RJ-11 tempel maka instalasi kabel rumah menggunakan pelindung kabel, dimana syarat-syarat dan ketentuan  pelindung kabel mengacu pada buku Pedoman Instalasi Kabel Rumah.

2)    Soket RJ-11 tanam
Soket RJ-11 tanam digunakan pada instalasi yang memungkinkan untuk dilakukan penanaman soket, seperti :
a)    Pada dinding tembok
b)    Pada permukaan lantai
c)    Pada dinding kayu (double partisi)

Dalam hal digunakan soket tanam, maka instalasi kabel rumah arus menggunakan kabel pelindung, dimana syarat-syarat dan ketentuan  pelindung kabel mengacu pada buku Pedoman Instalasi Kabel Rumah.

Konstruksi Soket
         Konstruksi soket RJ-11 terdiri dari badan soket dan lubang konektor (outlet)
Kotak soket harus dirancang yang artistik dengan ketentuan ukuran luar :
Maksimum: 80 mm x 80 mm
Minimum: 60 mm x 60 mm

1)        Soket Tanam
Lubang konektor (outlet) pada soket RJ-11 tanam terletak pada penutup badan dan dilengkapi dengan penutup outlet yang dalam keadaan tidak terpakai harus selalu menutup dengan penggerak pegas lunak sehingga memudahkan untuk membukanya.
Dimensi dan prototype soket tanam seperti pada gambar berikut

:

Gambar 3.61 : Prototype soket tanam

2)    Soket Tempel
   Lubang konektor (outlet) pada soket RJ-11 tempel dapat terletak pada penutup badan soket atau bagian sisi dari badan soket.
Dalam hal outlet terletak pada penutup outlet yang dalam keadaan tidak terpakai harus selalu menutup dengan penggerak pegas lunak sehingga memudahkan untuk membukanya.
Dimensi dan prototype soket tempel seperti pada gambar berikut

:
Gambar 3.62 : Dimensi dan prototype soket tempel

Outlet Soket
Soket RJ-11 dapat dirancang untuk keperluan 1 atau 2 outlet. Outlet pada badan soket harus dilengkapi dengan pengunci konektor RJ-11 sedemikian rupa sehingga apabila konektor RJ-11 dimasukan segera terkunci dan tidak mudah tercabut.
Outlet pada soket harus dilengkapi dengan pintu/penutup sedemikian rupa sehingga apabila tidak digunakan akan menutup dengan sendirinya yang berguna untuk melindungi kawat pin dari gangguan mekanis/debu

.
Gambar 3.63 : dimensi outlet pada soket

Konektor RJ 11
Konektor RJ-11 terbuat dari bahan plastik transparan (bening) atau sejenisnya yang memenuhi syarat-syarat sebagaimana tercantum dalam STEL ini.
Konstruksi konektor mempunyai jumlah pin minimal 4 kawat dan harus disediakan lubang/dudukan pin sebanyak 6 pin (6 pin– 4 kawat)
Dimensi konektor harus memenuhi ukuran seperti gambar di bawah ini

 :
Gambar 3.64 : Dimensi konektor
¨       Nomor pin
Nomor dan penggunaan pin adalah seperti gambar di bawah ini:












Gambar 3.65 : Kontruksi nomor pin

Penyambungan Urat ke Soket
Penyambungan urat kabel ke pin Soket dilakukan sebagai berikut :
Pada soket yang nomor pinnya 1 s/d 6 :
¨       Urat a disambungkan ke terminal pin no. 3 (L1)
¨       Urat b disambungkan ke terminal pin no. 4 (L2)
Pada soket yang nomor pinnya 1 s/d 4 :
¨       Urat a disambungkan ke terminal pin no. 2 (L1)
¨       Urat b disambungkan ke terminal pin no. 3 (L2)




3.5.1. Terminasi Pada Kotak Terminal Batas

Kotak Terminal Batas (KTB)
Pada jaringan kabel lokal terminal yang terakhir adalah Kotak Terminal Batas (KTB) dan soket yang terletak dirumah pelanggan
¨       Definisi
Kotak Terminal Batas (KTB) adalah perangkat terminasi kabel telepon yang dipasang pada rumah pelanggan telepon dan digunakan untuk menyambung saluran penanggal dari Kotak Pembagi (KP) jaringan kabel lokal dengan instalasi kabel telepon dalam rumah pelanggan.
¨       Fungsi Kotak Terminal Batas :
a)    Pembatas antara Instalasi Kabel Rumah pada rumah pelanggan dengan saluran Penanggal pada jaringan kabel telepon lokal.
b)    Tempat terminasi awal Instalasi Kabel Rumah pada rumah pelanggan.
c)    Tempat terminasi akhir saluran penanggal dari jaringan kabel telepon lokal.
d)    Tempat penyambungan antara instalasi kabel rumah pada rumah pelanggan dengan saluran penanggal dari jaringan lokal.
e)    Tempat pemeriksaan ada tidaknya dial tone (nada pilih)
¨       Pengoperasian dan cara kerja KTB
Kotak Terminal Batas (KTB) terdiri dari 2 bagian utama, yaitu :
1)    Sisi OPERATOR
Adalah batasan sepenuhnya tanggungjawab OPERATOR terhadap kondisi instalasi kabel.
Pada sisi OPERATOR terdapat terminal urat kabel yang berfungsi untuk menterminasikan :
a)    Kabel saluran penanggal
b)    Instalasi Kabel Rumah
c)    Kabel yang terhubung ke utas konektor pada sisi pelanggan
d)    Kabel yang terhubung ke soket pada sisi pelanggan
Sisi OPERATOR dilengkapi dengan pintu yang hanya dapat dibuka dengan alat khusus atau dirancang dengan menggunakan segel.
2)    Sisi Pelanggan
Sisi Pelanggan adalah batasan pelanggan diijinkan memelihara, memeriksa dan memperbaiki instalasi kabel rumah.
Dalam kondisi normal (operasi) maka penyambungan Saluran Penanggal dengan IKR dilakukan dengan memasukan utas konektor kedalam outlet pasanganya di sisi pelanggan.
Pelanggan telepon dapat memeriksa ada tidaknya nada pilih dari sentral teleppon dengan cara memasukan utas konektor dari pesawat telepon langsung ke outlet yang ada pada sisi pelanggan.
Sisi Pelanggan  KTB harus dilengkapi dengan pintu berkunci
Cara membuka pintu pada masing-masing sisi harus independen, tidak boleh saling bergantung antara satu denganlainya.
3)    Kapasitas KTB :
a)    KTB terdiri dari satu atau dua pasang outlet dan plug (RJ-11) yang dirancang dengan sistem modular sehingga dapat diisi lebih dari 2 bh RJ-11.
b)    KTB mempunyai kapasitas 2 pasang, 4 pasang dan 6 pasang
4)    Dimensi KTB
Dimensi/ukuran luar KTB tergantung dari kapasitasnya seperti terlihat pada tabel di bawah ini

.Tabel 3.2. Ukuran dan kapasitas KTB
KAPASITAS
UKURAN
2 SOKET  (mm)
4 SOKET (mm)
6 SOKET (mm)
Tinggi
65 s/d 80
105 s/d 120
145 s/d 160
Lebar
120 s/d 150
120 s/d 150
120 s/d 150
Tebal
60 s/d 70
60 s/d 70
60 s/d 70


¨       Konstruksi KTB
1)    KTB harus tahan dan mampu melindungi fungsi terminasi dan penyambungan dari pengaruh lingkungan
2)    Bentuk luar KTB adalah kotak dengan 2 pintu pada bagian depan

Gambar 3.66 : Konstruksi dan bentuk luar KTB




3)    Penjelasan gambar :
a)     Terminal Kabel adalah baut/ulir tempat terminasi saluran penanggal dan kabel rumah dan KTB
b)     Konektor (Plug) adalah  kontak penghubung (male plug) yang merupakan pasangan dari lubang plug (outlet)
c)     Lubang plug (outlet dari soket) adalah lubang tempat dudukan atau untuk tempat untuk memasukan utas konektor dilengkapi dengan pengunci plug
d)     Utas Konektor adalah kabel penghubung konektor (plug) dengan saluran kabel rumah (IKR)
e)     Pin (Kawat Pin) adlah kawat-kawat kontak pada lubang plug
4)    Lubang plug (outlet) dan Utas konektor harus ditempatkan pada sisi pelanggan secara modular sehingga penambahan saluran (nomor telepon) dapat dilakukan hanya dengan menambah modul soket dan utas konektor tanpa mengganti KTB.
5)    Jumlah modul soket dan utas konektor yang dapat ditempatkan dalam 1 KTB sekurang-kurangnya 2 (dua) buah.
6)    Soket dan utas konektor adalah jenis RJ-11 yang sesuai dengan STEL-L-30-1995
Pemasangan Terminasi
Pemasangan
a)    Diusahakan di luar rumah
b)    Terlindung dari hujan dan panas
c)    Mudah dicapai oleh petugas bila mengadakan perbaikan
d)    Tinggi minimum 170 cm dari permukaan lantai
Terminasi KTB
a)    Lubang pemasukan kabel saluran penanggal dan kabel IKR pada sisi OPERATOR.
b)    Kable Saluran Penanggal diterminasi pada terminal Sisi OPERATOR  yang disambungkan ke outlet.
c)    Kabel Rumah diterminasi pada terminal Sisi OPERATOR  yang disambungkan ke utas konektor.
d)    Untuk menterminasi urat-urat kabel terlebih dahulu isolasinya dikupas dan selanjutnya dipasang pada sekrup terminal kabel.
e)    Kapasitas terminal kabel sekurang-kurangnya untuk 8 urat kabel dengan dilengkapi dengan nomor pin terminal 1 s/d 8 dan dirancang berpasangan sebagai berikut :
Ø  Pin 1 tersambung dengan pin 8
Ø  Pin 2 tersambung dengan pin 7
Ø  Pin 3 tersambung dengan pin 6
Ø  Pin 4 tersambung dengan pin 5
Ø  Pada masing-masing nomor pin harus diberi tanda arah hubungan masing-masing sebagai berikut :
v  Antara Pin nomor 1 dan Pin nomor 2 ditandai dengan Utas
v  Antara Pin nomor 3 dan Pin nomor 4 ditandai dengan Outlet
v  Antara Pin nomor 5 dan Pin nomor 6 ditandai dengan DP.
f)     Antara Pin nomor 7 dan Pin nomor 8 ditandai dengan IKR.
g)    Penyambungan Terminal dengan modul RJ-11
h)    Pin terminal nomor 1 dan 2 dihubungkan dengan kabel utas konektor
Pin terminal nomor 3 dan 4 dihubungkan dengan kabel ke outlet

3.6. Instalasi Kabel Gedung (I.K.G.)
3.6.1.  U m u m
¨  Dalam bab ini menjelaskan tentang material-material perkakas kerja/ peralatan yang diperlukan dan panduan instalasi saluran kabel berikut aksesorisnya pada gedung bertingkat yang dapat digunakan sebagai pedoman.
¨       Karyawan/staf PT. OPERATOR dan pihak ke tiga untuk melaksanakan instalasi kabel saluran pelangan pada gedung bertingkat serta kebutuhan (persyaratan) yang terkait dengan pengembangan/ instalasi saluran kabel.
¨       Para pengawas atau konsultan pengawas, dokumen ini merupakan buku pegangan dalam memeriksa, mengevaluasi hasil instalasi kabel gedung dan kelengkapanya (aksesoris).
¨  Jumlah kabel  yang besar dapat diinstalasi pada gedung bertingkat tergantung pada jumlah sambungan telepon atau terminal lain, sehingga dapat merupakan suatu jaringan telepon tersendiri didalam gedung bertingkat, karena itu perlu membuat ketetapan tentang sistem pembagi saluran pada gedung bertingkat.
¨  Definisi
a)    Standar dari Instalasi kabel gedung (IKG) adalah standar dan sistem instalasi kabel dengan aksesorisnya pada gedung bertingkat.
b)    Gedung bertingkat adalah suatu gedung permanen yang memiliki lebih dari 3 lantai termasuk lantai basement, yang kepemilikan dan pengelolaanya (management) di bawah perusahaan, peroarangan atau suatu organisasi
¨  Singkatan
a)    IKG                  :  Instalasi Kabel Gedung
b)    IKR                  :  Instalasi Kabel Rumah
c)    PVC                :  Poly Vinyil Chloride
d)    RPU                :  Rangka Pembagi Utama
e)    DP    :  Distribution Point (Kotak Pembagi)
f)     KPA :  Kotak Pembagi Antara
g)    KPU :  Kotak Pembagi Utama
h)    PE    :  Poly Ethilen

3.6.2.  Material
Material Utama
¨       Kabel
Kabel yang digunakan adalah kabel yang sesuai dengan ketentuan spesifikasi yaitu :
a)    Untuk kabel rumah berkapasitas 1 pasang (kabel tersier) digunakan indoor cable yang sesuai dengan SII nomor 0612-82 (STEL-K-002)
b)    Untuk kabel printer dan sekunder  dalam gedung yaitu kabel dari KPU ke KPA dan kabel dari KPA ke KP digunakan indoor cable yang sesuai dengan SII-0709-83 atau SII-0710-83.
¨       Aksesoris Kabel
      Kelengkapan kabel yang digunakan dalam IKG adalah :
1)    Rangka Pembagi Utama (RPU) atau Kotak Pembagi Utama (KPU) lengkap dengan terminal bloknya.
      Rangka/Kotak Pembagi Utama adalah suatu kerangka besi atau kotak yang berupa lemari yang dilengkapi dengan blok-blok terminal yang dibuat khusus untuk menterminasikan kabel pencatu dari luar gedung dengan kabel yang menuju KPA/KP.
2)    Kotak Pembagi Antara (KPA) lengkap dengan terminal bloknya.
      Kotak Pembagi Antara (Cross Connection Point) adalah suatu kotak berisi terminal bloks yang berfungsi sebagai tempat terminasi kabel dari Kotak Pembagi (KP) dengan Kotak Pembagi Utama (KPU).
3)    Kotak Pembagi (KP) lengkap dengan terminal bloknya.
      Kotak Pembagi (Distribution Point)  adalah suatu kotak berisi terminal blok yang dipakai untuk terminasi kabel/saluran rumah yang menuju kepesawat telepon dengan saluran dari Kotak Pembagi Antara atau dari Kotak Pembagi Utama.
      KP yang digunakan harus sesuai dengan spesifiksi PT. OPERATOR STEL-L-004 (misal STEL-L-004/R.2.C yaitu spesifikasi untuk Kotak Pembagi Plastik yang dilengkapi dengan terminal)
4)    Batang dan kawat tembaga
      Digunakan untuk keperluan sistem pengardean / pentanahan

Material Bantu
¨       Klem kabel Plastik (Plastik Cable Clamp) adalah suatu klem yang terbuat dari bahan plastik dengan paku beton. Klem ini digunakan untuk menjepit kabel pada dinding gedung atau tempat lain.
¨       Klem Kabel dengan Perekat adalah suatu plat aluminium dengan 2 pasang klip yang pada bagian belakangnya berperekat
Penjepit Kabel (Phinchers Cable) adalah suatu aksesoris kabel yang terbuat dari plat baja yang dipakai untuk menginstal kabel pada rangka plat besi.


Gambar 3.67 : Penjepit kabel (phinchers cable)

¨       Pipa Pelindung Tembus Dinding (Wall Penetrated of Protector pipa)  adalah suatu pipa plastik atau pipa procelain yang dipakai untuk melindungi saluran kabel yang menembus dinding tembok atau kayu agar kabel tidak rusak/cacat

.
Gambar 3.68 : Pipa Pelindung Tembus Dinding

¨       Sadel Persilangan (Crossing Saddle) adalah suatu instrumen plastik / isolasi yang dipergunakan sebagai tempat menginstal kabel OPERATOR yang posisinya bersilangan dengan kabel listrik
¨       Pipa/tray untuk slur kabel
¨       Pipa fleksibel
¨       Kotak kontrol

3.6.3. Peralatan
Peralatan Kerja Phisik
¨       Peralatan Utama
a)    Katrol (Catrol)
b)    Tangga lipat (Portable Ladder)
c)    Tool kits
d)    Insertion tools di KPU dan KPA
¨       Peralatan Bantu
a)    Tambang Plastik (Plastik Rope)
b)    Tambang baja (Steel Rope)
Peralatan Kerja Elektrik
¨       Digital Multi Tester (AVO Meter)
      Alat ini digunakan untuk mengukur kontinuitas kabel.
¨       Insulation Tester
      Alat ini digunakan untuk mengukur tahanan isolasi kabel, urat a terhadap ground, urat b terhadap ground dan urat a terhadap b.
¨       Earth Terter (GroundingTester)
      Alat ini digunakan untuk mengukur sistem grounding (nilai tahanan pentanahan)
3.6.4. Pedoman Instalasi
            Sistem Pembagi (Distribution System)
¨       Tujuan dari pembagian / pendistribusian kabel adalah :
a)    Untuk mempermudah dan mengidentifikasikan perencanaan kerja, instalasi dan administrasi
b)    Untuk mempermudah pemeliharaan dan mencoba penanganan gangguan.
¨       Jenis Sistem Pembagi
      Sistem pembagi kabel pad gedung bertingkat dapat dilakukan dalam 2 cara :
1)  Berdasarkan Struktur Jaringan dalam gedung
a)  Distribusi Type 1
Distribusi dari KPU (Kotak Pembagi Utama) ke KP (Kotak Pembagi) dan langsung ke soket telepon

.
Gambar 3.69 : Struktur Jaringan Distribusi Kabel Tipe 1


Distribusi kabel type 1 ini umumnya digunakan untuk gedung yang mempunyai 4 (empat) lantai atau kurang dimana lintasan alur kabel vertikal dari RPU/KPU menggunakan pipa PVC.

b)  Distribusi Type 2
Distribusi dari KPU, KPA, KP dan langsung ke soket telepon

.
Gambar 3.70 : Struktur Jaringan Distribusi Kable Type 2
Keterangan :
1.     Kabel Saluran dari Luar gedung.
2.     Rangka Pembagi Utama (RPU)
3.     Poros Kabel (Cabel Shaft)
4.     Bundel Kabel
5.     Lintasan Alur Kabel (Cable Path)
6.     Kotak Pembagi (KP)

Gambar 3.71 : Distribusi kabel tipe 1







Keterangan :
1.     Kabel Saluran dari Luar gedung.
2.     Rangka Pembagi Utama (RPU)
3.     Poros Kabel (Cabel Shaft)
4.     Jalur kabel (Runway)
5.     Kotak Pembagi Antera (KPA)
6.     Lintasan Alur Kabel (Cable Path)
7.    Kotak Pembagi (KP)

Gambar 3.72 : Distribusi kabel tipe 1


2)        Berdasarkan kondisi struktur gedung bertingkat
Pada gedung lantai terbuka
Pada setiap lantai tidak harus dipasang KPA tergantung jumlah kebutuhan telepon tiap lantai, jadi sebuah KPA dapat mencatu KP pada beberapa lantai diatasnya

.



Gambar 3.73 : Distribusi IKG pada gedung lantai terbuka




a)        Pada lantai gedung berdinding / partisi
(1)  KPU Terdistribusi
Dalam satu gedung bertingkat mempunyai lebih dari satu Kotak Pembagi Utama (KPU) untuk mencatu pesawat telepon pada setiap ruangan diatasnya

.
Gambar 3.74 : Distribusi IKG pada gedung KPU terdistribusi




(2).    KPU Terkonsentrasi
Dalam satu gedung bertingkat hanya memiliki sebuah Kotak Pembagi Utama (KPU) semua pesawat telepon dalam gedung dicatu dari KPU tersebut

Gambar 3.75 : Distribusi IKG pada gedung KPU terkonstentrasi


¨       Kabel Saluran Pada Gedung Bertingkat
Instalasi kabel pada gedung bertingkat selalu memili 2 posisi kabel, yakni posisi secara vertical dan posisi secara horizontal.
1)    Posisi Vertikal
Kabel vertical pada gedung bertingkat umumnya melalui suatu cerobong atau poros persegi / bulat menggunakan beberapa pipa PVC / pipa baja.
Cerobong / poros tersebut dibuat pada saat yang sama dalam membangun gedung bertingkat.
Poros (pipa PVC atau pipa baja) dapat ditanam di dalam dinding atau ditempel pada permukaan dinding.
Untuk menambah instalasi kabel di dalam cerobong kita dapat memakai papan kayu atau plat besi berlubang (Rellogam atau Run Way Cable dengan lebar yang sama dengan lebar cerobong).
Untuk memperkuat instalasi kabel pada cerobong, perlu digunakan skrup atau paku plastic. Instalasi plat besi berlubang harus memakai kaki./ penyangga dari besi.
Untuk mencegah beban kabel yang terpusat pada satu titik, cerobong boleh lebih dari satu dengan berbagai jumlah kabel yang diinstalasi.
Contoh Run Way Cable seperti gambar dibawah ini

Gambar 3.76 : Runway cable vertikal
Gambar 3.77: Cerobong yang ditanam dengan papan kay untuk penambatan pemasangan kabel



Persyaratan penting lainnya adalah panjang maksimum kabel yang ditarik, dalam pipa adalah 15 meter, apabila jumlah kabel yang ditarik dalam pipa melebihi 15 meter maka jumlah kabel yang akan ditarik didalam pipa perlu dikurangi. Untuk lebih jelasnya lihat table 2-1.
Pipa vertical memerlukan lubang kontrol (sejenis handhole) pada tiap interval 15 meter. Pada prakteknya, tiap lantai telah dibikin lubang kontrolnya. Kegunaan dari lubang kontrol ini adalah sebagai tempat pertemuan kabel dan pendistribusian kabel. Karena itu, diperlukan kotak pertemuan / percabangan kabel dan/atau kotak persilangan antara kabel vertical dan kabel Horizantalnya

.
Tabel; 3-1Jumlah maksimum kabel yang dapat ditarik dalam sebuah pipa.
Diameter
Pipa
(mm)
Jumlah Kabel Yang Dapat Ditarik

Keterangan
2”
3”
6”
10”
20”
40”
60”
100”
20
3
2
1
1
-
-
-
-
*) Sebaiknya dipakai kabel besarnya
25
6
4
3
2
1
1
-
-
30
10
8
4
3
2
1
1
-
50
*)
*)
*)
*)
5
3
2
1


¨       Posisi Horizontal
      Pada dasarnya,kabel horizontal adalah kabel saluran cabang (pencabangan dari rute vertical / utama).
      Instalasi kabel horizontal dapat dilakukan dalam 3 (tiga) cara sebagai berikut :
1)    Instalasi melalui platfon
Kabel multipair dapat diinstalasi :
a)    Secara langsung pada plafon beton dengan klem kabel
b)    Memakai papan kayu untu k penempatan kabel.
c)    Menggunakan pipa PVC / pipa baja.
d)    Menggunakan plat besi berlobang sebagai kabel penyangga kabe



Gambar 3.78 : Pemasangan jalan kabel horizontal pada plafond
     

2)   Instalasi pada lantai.
a)   untuk mempermudah pekerjaan terminasi kabel pada KP dinding, maka pembuatan alur pada lantai sedapat mungkin berdekatan dengan dinding.

b)   Untuk menghindari dari pengaruh lembab dan air, maka pada alur kabel dipasang plat besi untuk tempat menumpangnya dengan jarak interval ± 30 cm.
c)   Kabel-kabel diatur letaknya dengan rapi kemudian diikat satu dengan yang lainya padabesi penyangga dengan tali nylon atau rami










                   Pemadaman Depan                     Pandam Atas
Gambar 3.79 : Pemasangan jalan kabel horizontal pada lantai



3)  Instalasi kabel horizontal dengan plin / list lantai.
Selain cara diatas terdapat cara lain menempatkan kabel horizontal yang disebut “PLIN”.
      Plin adalah bagian bawah dari dinding yang dibatasi oleh     lantai.
Kabel horizontal dengan cara plin dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
a)    Kabel diinstal langsung pada dinding dengan menggunakan klem plastic.
b)    Meletakkan papan kayu untuk pemasangan kabel.
c)    Menginstal duct pada plin, selain kabel telepon yang dapat ditarik kabel untuk tujuan lain





Gambar 3.80 : Kabel horizontal dengan cara “PLIN” (papan kayu)
Gambar 3.81 : Kabel horizontal dengan cara “PLIN” (duct)


Pemasangan / instalasi & kabel yang digunakan.
¨       Jenis kabel yang digunakan :
Kabel rumah pada gedung bertingkat yang digunakan adalah kabel PVC dengan diameter urat = 0,6 mm.
      Berdasarkan lokasi dari instalasi, jenis kabel dapat dikategorikan menjadi 3 jenis :
a)    Kabel dari KPU ke KPA (Rangka Pembagi Antara) menggunakan kabel dengan   spesifikasi SII-0709-83 atau SII-0710-83 (kabel PVC berisolasi dan berselubung PVC).
b)    Lokasi antara KPU - KP atau KPA - KP. Menggunakan kabel dengan spesifikasi SII-0709-83 atau SII-0710-83
c)    Lokasi antara KP – Pesawat (soket) menggunakan kabel sesuai dengan spesifikasi SSI.0612-82 (salura n tyelpon rumah berisolasi dan berselubung PVC).

¨       Ketentuan-ketentuan Teknis
a)    Kabel-kabel yang dipasang dengan titik terminal harus utuh, yang berarti tidak boleh ada sambungan. Umpamanya antara KPU dan KPA, antara KPA dan KP atau antara KPU dan KP.
b)    Kabel-kabel harus dibundel rapi dengan klem-klem kabel (diikat) dan diatur, sehingga kabel-kabel yang keluar dari bundle menuju ke salah satu terminal (KPA, KP) tidak menyilang kabel yang jalannya lurus.
c)    Perencanaan dan pemasangan kabel pada gedung bertingkat supaya diatur agar tiap lantai mendapat 1 kabel tersendiri dengan kapasitas yang sesuai  dengan permintaan sambungan pada lantai yang dimaksud. Misalnya tiap lantai diperlukan 50 sambungan telepon, maka untuk tiap lantai dipasang sebuah kabel berkapasitas 60 pair, dengan demikian tidak ada sebuah kabel mencatu beberapa lantai.
d)    Pengaturan pemasangan kabel seperti tersebut diatas akan mempermudah pemasangan, sehingga jalan kabel dapat disusun lebih rapi, menyederhanakan dan mempermudah pencatatan yang berakibat mempermudah mencari gangguan. 
     
Pemasangan kabel
a.    Pemasangan kabel untuk mudah dan amannya dimulai dari atas ke bawah.
b.    Pekerjaan pemasangan/ menurunkan kabel ke bawah dibatasi sampai sepanjang 5 lantai untuk menghindari kerusakan-kerusakan pada kabel dan mempermudah pengaturan letak kabel.
c.    Apabila gedung yang dimaksud lebih dari 5 lantai, pemasangan kabel perlu dilaksanakan secara bertahap
d.    Tahapan kegiatan cara pemasangan kabel pada gedung bertingkat.
         Misalnya :

Tahapan kegiatan untuk gedung bertingkat 10 secara kronologis dapat dijelaskan sebagai berikut :
a)    Haspel kabel ditempatkan dilantai 10 (lantai teratas), lantai 9, lantai 8, lantai7 dan lantai 6, diatas lobang cerobong atau pada tempat yang diperkirakan kabel mudah dan aman untuk ditarik.
b)    Sebelum kabel digelar ke dalam cerobong perlu diberi tanda dengan label yang menyebut nomor dimana kabel tersebut akan diterminasi.
c)    Kabel yang diturunkan dari lantai 10 setelah mencapai lantai 5 digulung sepanjang jarak dari lantai 5 sampai lantai dasar dimana RPU ditempatkan.
d)    Selanjutnya kabel dari lantai 9 dikerjakan seperti halnya kabel dari lantai 10 demikian seterusnya untuk tiap-tiap lantai sampai dengan lantai 6.
e)    Mulai dari lantai 5 kabel yang diturunkan menjadi 2 buah yaitu kabel yang digulungkan dari lantai 10 dan kabel untuk lantai 5 sendiri.
f)     Demikian juga untuk lantai 4, lantai 3, lantai 2, dan lantai 1 dikerjakan hal yang sama.

5).  Pengaturan kabel pada cerobong :
Dapat dikerjakan dengan beberapa cara misalnya
a) Satu lapis dengan 10 jajaran kabel.
b) Dua lapis dengan 5 jajaran kabel.
Pengaturan letak kabel seperti tersebut diatas tergantung kepada bentuk / luas tempat penambatan (cerobong, papan penambatan), besar dan jumlah kabel yang dipasang

.

Gambar 3.82. Penarikan kabel gedung berlantai 10

3.6.5. Penempatan KPU, KPA & KP dan Terminasi
3.6.5.1.        Lokasi Penempatan dari KPU, KPA dan KP.
      Penempatan Kotak Pembagi Utama, Kotak Pembagi Antara dan Kotak Pembagi sebaiknya direncanakan dulu dan perlu dirundingkan dengan tehnisi dari PLN dan Bangunan / pemilik gedung untuk mendapatkan kesepakatan bersama.
¨       Ketentuan-ketentuan umum untuk lokasi RPU, KPA dan KP adalah sebagai berikut :
a)    Menjamin keselamatan bagi orang-orang dan petugas yang bekerja.
b)    Lokasi berada pada pusat distribusi.
c)    Cukup terang.
d)    Jalan masuk ke tempat yang dimaksud harus mudah terutama bagi petugas yang bekerja, tapi harus terpisah dari jalan umum.
e)    Tempat yang dimaksud harus bebas dari kembaban dan debu.
f) Dinding ataupun sekat pada tempat tersebut tidak pernah lagi akan dibongkar / dirubah.

3.6.5.2.        Rangka Pembagi Utama (RPU)
        
         Pada gedung bertingkat yang menggunakan PABX atau PBX, dianjurkan menggunakan RPU.
         Setiap gedung bertingkat dalam 1 kampus atau 1 lokasi mempunyai KPU sendiri dalam tiap gedung.
¨             Bentuk / model Rangka Pembagi Utama
Pada prinsipnya bentuk atau model RPU ada 2 (dua) yaitu :
a)    RPU model setandard (berdiri diatas lantai). Model ini biasanya mempunyai kapasitas yang besar (lebih dari 1000 nomor).
b)    RPU model dinding (dipasang pada dinding). Model ini mempunyai kapasitas yang lebih kecil (kurang dari 1000 nomor).

Gambar 3.83. Rangka Pembagi Utama (RPU)
Gambar 3.84. Kotak Pembagi Utama (KPU)

¨             System transmisi pada RPU
1)   Kabel-kabel yang diterminasikan pada RPU adalah:
a)    Kabel-kabel dari jaringan kabel PSTN (kabel primer atau kabel sekunder).
b)    Kabel-kabel pembagi ke KPA.
c)    Kabel distribusi langsung ke KP.
2)   Dalam hal RPU mempunyai jalur terminal blok vertical dan horizontal, maka kabel catu (kabel dari jaringan PSTN) diterminasikan pada jalur terminal vertical, sedang kabel pembagi ke KPA pada jalur terminal blok horizontal.
3)   RPU hanya mempunyai jalur terminal blok vertical saja. Maka kabel catu diterminasikan pada jalur terminal blok sisi kiri, sedang pada jalur terminal blok sisi kanan diterminasikan kabel pembagi ke KPA, atau KP yang diterminasi pada kanan atas.
4)   Jumper dari sisi PIN Incoming (PSTN) ke PIN Out Going (KPA dan / atau KP) harus menggunakan jumper wire.
                    

3.6.5.3. Kotak Pembagi Antara (KPA)
¨       Bentuk /  model Rangka Pembagi Antara.
      Bentuk KPA hanya ada satu model yaitu model dinding, oleh karena kapasitas KPA pada umumnya kecil (kurang dari 1000 nomor).
¨       Cara terminasi pada KPA
      Kabel dari KPU dan kabel pembagi ke KP akan diterminasi ke KPA.
      Kabel dari KPU diterminasi ke sisi kiri terminal blok vertical, dan kabel pembagi ke KP di terminasi ke sisi kanan terminal blok vertical.
      Jumper dari PIN sisi incoming (dari KPU) ke PIN sisi out going (ke KP) menggunakan kabel jumper.

3.6.5.4.    Kotak Pembagi (KP)
      Bentuk / model Kotak Pembagi

      Seperti halnya KPA Kotak Pembagi juga bermacam jenisnya, yang digunakan oleh PT.OPERATOR adalah yang sesuai dengan spesifikasi PT.OPERATOR.
      Cara terminasi pada Kotak Pembagi
a)    kabel catu dari KPA diterminasikan pada sisi kiri dari terminal blok KP, sedang pada sisi kanan nantinya akan diterminasikan saluran rumah yang menghubungkan pesawat-pesawat telepon pelanggan.
b)    Pada KP yang berkapasitas besar dan terdiri atas lebih dari 1 (satu) terminal blok


Gambar 3.85 : Kotak Pembagi (KP)

c)    Kabel catu dari KPA diterminasikan ditengah (berarti di sisi kanan dari terminal blok No. 1 dan di sisi kiri dari terminal blok No. 2).
d)    Sedang di sisi luar nantinya akan diterminasikan saluran rumah yang menghubungkan pesawat-pesawat telepon.

3.6.6. Instalasi Dalam Ruangan
a)    Adalah kabel distribusi yang ditarik dari KP ke pesawat telepon atau terminal lainya.
b)    Material yang digunakan, tatacara instalasi mengacu pada pedoman Instalasi Kabel Rumah (IKR).

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;