Kamis, 08 Desember 2011

LAPORAN! ! s i s t e l

LAPORAN PRAKTIKUM
SISTEM TELEKOMUNIKASI


DISUSUN OLEH :
*****1

Tanggal Praktikum: 20 Agustus 2009
Tanggal Pengumpulan: 28 Agustus 2009
Instruktur: Drs. S********di
                                                                       
SISTEM TELEKOMUNIKASI
SMK TELKOM SANDHY PUTRA PURWOKERTO
JL. DI. PANJAITAN 128 PURWOKERTO
TAHUN AJARAN 2009-2010


IDENTIFIKASI SISTEM TELEKOMUNIKASI

1.      TUJUAN :
a.      Membedakan fungsi-fungsi kabel.
b.      Menentukan kapasitas kabel.
c.       Mengupas dan menguraikan kabel.
d.      Menentukan kode-kode identitas dan pasangan (pair) kabel.
e.       Menghitung berdasarkan kode warna urat-urat kabel.


2.      ALAT DAN BAHAN :
a.      Kabel Tembaga multipair.
b.      Gergaji besi.
c.       Tang Potong.
d.      Cutter.

3.      DASAR TEORI
Keterangan gambar :
1.      Urat kabel
2.      Pita pengikat kode warna
3.      Pita pembungkus inti
4.      Kawat Cu (untuk arde)
5.      Pelindung elektris
6.      Bearer / penggantung
7.      Kulit kabel


·         KONSEP DASAR PENGHITUNGAN URAT KABEL

Ø  Konsep dasar perhitungan berdasarkan kode warna isolasi urat kabel :

Terdiri dari 8 warna:
Yaitu 5 warna BOHCA(biru,orange,hijau,coklat,abu-abu) untuk pair ganjil,1 warna PUTIH, serta 2 warna MERAH dan HITAM untuk pair genap.



Ø  Konsep dasar perhitungan berdasarkan per pair/pasang :

1.      Pair 1 : PUTIH - BIRU
2.      Pair 2 : MERAH - HITAM
3.      Pair 3 : PUTIH - ORANGE
4.      Pair 4 : MERAH - HITAM
5.      Pair 5 : PUTIH - HIJAU
6.      Pair 6 : MERAH - HITAM
7.      Pair 7 : PUTIH - COKLAT
8.      Pair 8 : MERAH - HITAM
9.      Pair 9 : PUTIH - ABU-ABU
10.  Pair 10: MERAH - HITAM

Kesimpulan :
1.      Setiap warna PUTIH selalu berpasangan dengan warna BOHCA
2.      Setiap pasangan PUTIH – BOHCA adalah pair nomor ganjil
3.      Setiap warna MERAH selalu berpasangan dengan warna HITAM
4.      Setiap warna MERAH – HITAM adalah pair nomor genap

Ø  SATUAN URAT KABEL

-          Pair 1  : 1A PUTIH, 1B BIRU
-          Pair 2  : 2A MERAH, 2B HITAM
-          Pair 3  : 3A PUTIH, 3B ORANGE
-          Pair 4  : 4A MERAH, 4B HITAM
-          Pair 5  : 5A PUTIH, 5B HIJAU
-          Pair 6  : 6A MERAH, 6B HITAM
-          Pair 7  : 7A PUTIH, 7B COKLAT
-          Pair 8  : 8A MERAH, 8B HITAM
-          Pair 9  : 9A PUTIH, 9B ABU-ABU
-          Pair 10: 10A MERAH, 10B HITAM

Kesimpulan :
1.      Urat dengan inisial “A” selalu pada pasangan pair yang warnanya CERAH
2.      Urat dengan inisial “B” selalu pada pasangan pair yang warnanya GELAP
3.      Urat “ selalu berwarna PUTIH untuk pair ganjil / MERAH untuk pair genap
         


Ø  DASAR PERHITUNGAN PER-QUAD (2PAIR)

-          Quad 1 : Pair 1 Putih-Biru, Pair 2 Merah-Hitam
-          Quad 2 : Pair 3 Putih-Orange, Pair 4 Merah-Hitam
-          Quad 3 : Pair 5 Putih-Hijau, Pair 6 Merah-Hitam
-          Quad 4 : Pair 7 Putih-Coklat, Pair 8 Merah-Hitam
-          Quad 5 : Pair 9 Putih-Abu-abu, Pair 10 Merah-Hitam

Cara perhitungan Quad kabel multipair setelah Quad ke- 5,ldiulang kembali dari Quad 1.
                 
Ø  BAHAN

a.      Urat Kabel
Penghantar
Penghantar harus terbuat dari bahan tembaga lunak hasil proses annealing dan memenuhi syarat sebagai berikut :
-          Merata kualitasnya
-          Berupa kawat padat bulat,mengkilap dan bersih
-          Bebas dari segala cacat
-          Harga tahanan urat kabel yang diukur harus sesuai dengan diameternya.

b.      Isolasi
Masing-masing dibungkus merata dengan isolasi berwarna. Isolasi harus terbuat dari bahan kompon polietiline yang memenuhi persyaratan.


c.       Pita Pengikat Satuan
Setiap 10 pair (20 pair) kabel / satuan dililit pita pengikat berwarna yang terbuat dari bahan polipropilin.

d.      Pita Pembungkus Inti
Pembungkusan kabel inti digunakan pita non higroskopis yang terbuat dari bahan polipropilin/sejenisnya(plastic transparan). Dengan dililitkan ke inti kabel secara helical atau timpang tindih. Pita pembungkus berfungsi sebagai pencegah melelehnya isolasi penghantar pada pembuatan kulit kabel.

e.       Kawat Telanjang Tembaga
Kawat telanjang tembaga ini, pada setiap kabel belum tentu ada, dengan diameter 0,6 mm. Kawat tembaga ini berfungsi sebagai pengardean ke tanah pada waktu terminasi. Bila kabel tidak dilengkapi ini maka harus dibuat dengan cara melilitkan kawat tembaga pada lapisan alumunium.


f.        Pelindung Elektris
Untuk perlindungan terjadinya kemungkinan induksi/kelembapan, peliindung elektris harus terbuat dari pita alumunium polos atau pita alumunium berlapis polyetheline pada salah satu sisinya. Lapisan ini diletakan diatas pembungkus inti dengan membelitkan secara helikal pada inti kabel dengan tumpang tindih.

g.      Penggantung/ Bearer
Bearer ini mempunyai penggantung dari piilinan kawat baja gaivanis yang berkuat tarik tinggi. Ukuran Bearer yaitu :
Kapasitas 10-50 pair jumlah penggantungnya 7 buah diameternya 1,2mm kawat baja, serta beban penyebab kerusakan 11.000 newton. Kapasitas  60-120 pair jumlah penggantungnya 7 buah berdiameter  2mm kawat baja/19 buah kawat baja yang berdiameter 1,2mm, serta penyebab beban kerusakan 29.000 newton.


h.      Kulit Kabel
Inti kabel yang sudah dilapisi pita pembungkus dan pelindung elektris bersama dengan kawat penggantung baja dilapisi selubung polietilene berwarna hitam. Jadi bentuk penampang kabel udara seperti angka 8.

·         PRAKTIKUM

Langkah-langkah :

1.      Persiapan alat & bahan
-          Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan lalu cek fungsi alat dan ketepatan bahan     praktek.
2.      Pengupasan kabel :
-          Kupas Pe luar kabel sepanjang 40 cm dengen menggunakan pisau (cutter)
-          Potong armouring baja sepanjang 5 cm dari jarak batas kupasan Pe luar dengan menggunakan gergaji besi dan tang
-          Kupas Pe dalam sepanjang 5 cm dari batas kupasan armouring baja dengan menggunakan pisau.

3.      -     Ikat pita unit pada unit kabel tersebut supaya tidak terburai.
4.      Amatilah konstruksi kabel yang meliputi sbb:
-          Bagian-bagian konstruksi
-          Kapasitas kabel
-          Kode-kode warna unit,sub unit,dan isolasi urat kabelnya




Montase
Montase adalah pekerjaan memisahkan pair, quad, unit ataupun sub unit dari kabel baik kabel udara maupun kabel tanah dengan menggunakan benang /isolasi yang bertujuan untuk mempermudah pekerjaan terminasi dan mencegah tertukarnya pair satu dengan yang lainnya.

LANGKAH KERJA
-          Potong kabel yang panjangnya 80 cm menjadi 2 bagian yaitu 40 cm.
-          Ukurlah kabel sepanjang 25 cm dari ujung kabel.
-          Kupas kulit kabel sepanjang 20 cm.
-          Lalu potong alumunium foil 2cm dari pangkal potongan.
-          Potong pembungkus inti 4 cm dari pangkal potongan.
-          Tiap pair dipisahkan ± 1,5 cm dari pangkal kupasan, lalu lilitkan benang menggunakan simpul pangkal hingga percabang unit.
-          Setelah sampai pada percabangan unit, lilitkan lima/enam kali kesatu lalu tarik simpul pangkalnya dan lilitkan dari unit 1 sampai unit 5.
-          Keluarkan pair pertama  hingga pair ke-10.
-          Setelah pair terakhir dililit lalu akhiri dengan simpul mati.

Ø   KESELAMATAN KERJA
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam bekerja mohon diperhatikan hal-hal sbb:
-          Hati-hatilah saat memotong kabel dengan gergaji.
-          Hati-hatilah saat mengupas kabel dengan menggunakan cuter pada saat mengupas kabel tersebut.
            

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;