Kamis, 08 Desember 2011

PENYAMBUNGAN! ! kabel tembaga "umum"

6.1. Umum

a)    Mutu dari hasil pembangunan jaringan kabel dapat tercermin antara lain melalui lamanya umur operasi jaringan label tersebut. Salah satu factor yang menunjang umur operasi jaringan kabel adalah mutu dari sambungan kabel. Semakin baik mutu sambungan kabel akan dapat menjamin umur operasi jaringan kabel, sebaliknya mutu hasil sambungan yang jelek akan mempercepat timbulnya gangguan pada titik sambung kabel yang pada akhirnya akan mengganggu kestabilan operasi dari jaringan kabel tersebut.
b)    Teknik penyambungan kabel yang diuraikan disina akan menjelaskan tentang Sarana Kabel ( SSK ) dan cara – cara penyambungan kabel yang baik dan benar, sehingga dapat membantu meningkatkan mutu hasil sambungan kabel.
c)    Penyambungan kabel tembaga multipair berisolasi dan berselubung PE ( polyethilen ) berpedoman pada Keputusan Direksi Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA nomor SK 8223/K300/ OPSAR – 23 / 95 tentang Pedoman Pemasangan Jaringan Kabel Telekomunikasi dengan nomor kode PPJT 08 Untuk Penyambungan Kabel PE.
d)    Pedoman ini digunakan sebagai petunjuk dalam pelaksanaan penyambungan jenis kabel :
·         Kabel Udara (  STEL – K – 001 )
·         Kabel Tanah Tanam Langsung ( STEL – K – 007 )
·         Kabel Duct / Polong ( STEL – K – 008 / STEL – K – 009 )

DEFINISI
a) Penyambungan Kabel
Adalah proses penyambungan ujung ekor kabel dengan ujung kepala kabel menggunakan Sarana Sambung Kabel (SSK) sehingga mutu efektris dan mekanis kabel pulih kembali seperti kabel tanpa sambungan.
b)    Sarana Sambung Kabel (SSK)
Adalah sarana pembungkus sambungan kabel beserta segenap komponennya yang memenuhi spesifikasi teknis PT. TELKOM Yaitu STEL – L – 001 / R2A atau STEL – 1 – 001 / R2B.
c)    Ujung ekor kabel
      Adalah ujung kabel yang urutan penghitungan uratnya searah dengan putaran jarum jam bila dipandang dari penampang ujung kabel.
d)    Ujung kepala kabel
      Ujung kabel yang penghitungan uratnya berlawanan arah dengan putaran jarum jam bila dipandang dari penampang ujung kabel.
e)    Stack adalah cadangan panjang kabel untuk penyambungan.
f)     Kontinuity Wire / Bar adalah penghubung pelindung elektris.
g)    Konektor adalah sarana penghubung urat kabel.
h)    Kanester
Adalah selongsong logam sebagai cetakan danpenguat mekanis sarana sambung

6.2. Material / Sarana Sambung Kabel (SSK)
6.2.1.Jenis Sarana Sambung Kabel
Menurut cara pemasangan SSK dapat dikelompokan menjadi 2 jenis yaitu :
a)    SSK Mekanik ( STEL – L 001 / R2A )
Yaitu SSK yang pemasangannya secara mekanik, menggunakan sarana mekanis, misalnya kunci pas, pengencang sabuk baja dsb tanpa proses pemanasan api.
Yang termasuk pada kelompok SSK ini :
1.    Type Universal Closures ( UC )
2.    Type PSI
b)    SSK Panas Kerut ( STEL – 1 – 1 / R2B )
Adalah SSK yang cara pemasangannya menggunakan proses pemanasan api.
Yang termasuk pada kelompok SSK ini :
1.    Xaga 550 ( SSK panas kerut )
2.    ALSS ( Auxillary Lead Sleeve Seal )
Sarana sambung ALSS tidak akan dibahas disini karena umumnya sudah tidak digunakan lagi.

6.2.2.    Unsur – Unsur Pokok Material / SSK
Semua type SSK yang digunakan dalam penyambungan kabel tembaga multipair, baik yang termasuk pada type mekanik maupun panas kerut mempunyai unsur – unsur pokok material yang sama yaitu terdiri atas :
a)    Connector
Adalah sarana penghubung untuk menyambungkan urat kabel.
Macam – macam connector sebagai berikut :
1.    Selongsong PE
      Digunakan untuk penyambungan urat kabel isolasi PE. Cara penyambungannya dengan sistem lilit solder.
2.    B - Wire Connector
      Penyambungannya mempergunakan alat khusus yang disebut B-Wire Crimping Tool.
3.    AMP Connector
      Penyambungannya mempergunakan alat khusus yang disebut AMP Crimping Tool
4.    3 M Connector
      Penyambungannya mempergunakan alat khusus yang disebut 3 M Crimping Tool, tapi bila alat ini tidak ada bisa menggunakan kombinasi tang. 
5.    PSI Connector (Modul connector)
      Penyambungannya mempergunakan alat khusus yang disebut Hand Press Tool atau Modul Connector Crimping Tool.

b)    Klem dan Penghubung klem arde
Adalah sarana penghubung untuk menyambungkan pelindung elektris kabel.
Terdiri dari :
1.    Grounding bar/plat
2.    Grounding wire (kawat arde)
3.    Grounding clamp (klem pengardean)
4.    Perforated grounding strap

c)    Penutup sambungan
Adalah pelindung mekanik (selongsong) yang berfungsi untuk mengembalikan kekuatan fisik sambungan (pelindung mekanik).
Misalnya :
1.    Mof UC  3 – 5, UC 4 – 6 dan UC 6 – 9
2.    Selongsong P S I
3.    Selongsong Xaga & rel penjepit
4.    Kanester atau tabung aluminium
5.    End Cap (penutup ujung)
d)    Bahan pengisi dan sekat-sekat
Untuk  menjamin agar penutup sambungan kedap air/udara lembab.
Misalnya :
1.Hard paper
2.Sealling cord
3.Sealling tape
4.Slilica gel
5.Ring sekat, pita sekat

6.2.3.    SSK Type Univesal Closure (UC)
a)    Jenis SSK Universal Closure (UC)
Berdasarkan phisik penutup sambungan (Closure) dan prosedur pemasangannya, SSK UC dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Type UC 3 – 5 dan UC 4 – 6
Type UC 6 – 9, …….. dst
Type UCN 5 – 10 …… dst
b)    Tabel kapasitas maksimum pemakaian Universal Closure (UC)
Kapasitas maksimum tabel yang dapat disambung dengan menggunakan SSK type UC dan type UCN dapat dilihat pada table berikut :


Tabel 6.1. Tabel Kapasitas maksimum untuk pemakaian UC

 









Tabel 6.2. kapasitas maksimum untuk pemakaian UCN
Type
Modular Splice (25 pairs)
Single Splice
Diameter (mm)
Diameter (mm)
0,4
0,6
0,9
0,4
0,6
0,9
Kapasitas (pair)
Kapasitas (pair)
UCN 5-10
200
100
80
180
120
80
UCN 5-20
350
250
100
300
200
100
UCN 7-10
800
600
300
700
500
250
UCN 7.15
1000
600
350
900
500
275
UCN 7-20
1200
600
400
1100
600
400
UCN 7-30
1800
900
500
1600
900
400
UCN 9-20
2400
1200
600
2100
1100
500
UCN 9-24
2700
1500
700
2400
1500
600
UCN 9-28
3100
1800
750
2700
1700
700
UCN 9-30
3300
200
900
3000
1800
800


c)        Bahan SSK type UC 3 – 5 & TYPE uc 4 – 6
1)    Mof UC 3 – 5 atau UC 4 – 6
2)    Clamping band atau sabuk pengencang mof
3)    Continuity wire + untuk pencabangan
4)    Klip pencabang continuity wire
5)    Sealling tape
6)    Sealling cord
7)    Sealling pasta
8)    Pita logam bergerigi (strain relief)
a.        16 segmen
b.        8 segmen
9)    Hard paper
10) Silica gel (zat desikan)
11) Tissu kabel
12) RVC tape
13) Ampelas
14) Connector

Gambar 6.1. Material SSK UC 3-5 dan UC 4-6

d)    Bahan / material SSK type UC 6 – 9
1)    Mof UC 6 – 9
2)    End Cap penutup ujung
3)    Grounding bar / plat
4)    Performated grounding strap
5)    Klem pengardean dan kertas abu-abu
6)    Clamping bar
7)    Clamping band untuk mof UC 6 – 9
8)    Clamping band untuk end cap
9)    Kertas keras coklat / hard paper
10) Sealling tape
11) Sealling cord
12) Sealling pasta
13) PVC tape
14) Tissue
15) Silica Gel (Desicant)
16) Ampelas
17) Connector

Gambar 6.2. Material SSK UC 6-9


1.    Bahan / material SSK type UCN
1)    Mof  UCN
2)    End Cap penutup ujung
3)    Climping bar
4)    Grounding bar / plat
5)    Klem pengardean dan kertas abu-abu
6)    Grounding wire
7)    Sealling ring
8)    Sealling tape
9)    Sealling cord
10) Sealling pasta
11) Kertas keras coklat / hard paper
12) Tissue
13) Silica Gel ( Desicant )
14) PVC tape
15) Ampelas
16) Connector


Gambar 6.3. Material SSK UCN

6.2.4.    SSK Type P S I ( Pipe Sealling Industries )
a) Bahan / Material SSK type P S I
1)       Selongsong PSI
2)       End plate
3)       Washer / Ring Sekat
4)       Grounding clamp
5)       Grounding wire
6)       Cable tie
7)       Sealling tapr
8)       Sealling cord
9)       PVC tape
10)    Benang katun
11)    Connector


Gambar 6.4. Material SSK PSI
Gambar 6.5. Modul Connector PSI

6.2.5.    Type Xaga (Raychem)
a)    Jenis XAGA
1.    XAGA 500 / 550
Sarana Sambung Kabel ( SSK ) panas kerut untuk kabel tanpa tekanan gas ( kabel jelly )
2.      XAGA 1000
Sarana Sambung Kabel ( SSK ) panas kerut untuk kabel dengan tekanan gas.
b)    Arti Nomor Kode
Type SSK ini mempunyai kode yang mudah dikemal ukuran-ukurannya sesuai kabel yang akan disambung

.
Tabel 6.3. Contoh :        Xaga 550 – 75 / 15 – 500
Kode
Arti Kode
550
75

15

500
:  Type xaga pengeluaran tahun 1994
:  Maksimum diameter dari sambungan urat kabel setelah dibalut (mm)
:  Minimum diameter luar PE bagian dalam dari kabel (mm)
:  Ukuran panjang maksimum bagian dalam katup (shell) yang digunakan (mm)


c)    Tabel Pemilihan dan Pemakaian XAGA
Untuk memilih Xaga harus diketahui lebih dulu diameter kabel yang akan disambung.
Pada table di bawah ini dapat dilihat kapasitas maksimum suatu sambungan kabel dan ukuran diameter kabel serta panjang bukaan sambungan berbagai pertimbangan untuk menemukan jebis ukuran Xaga jika akan menyambung tembaga multipair menggunakan SSK Xaga

 Tabel 6.4.  pemilihan ukuran XAGA 550

Kode Xaga 550 Raychem
Diameter bundle urat maksimum (mm)
Diamter kabel maksimum (mm)
Bukan sambungan nominal (L) (mm)
Panjang kanister (mm)
550-43/8-200
43
8
200
250
550-75/15-250
75
15
250
300
550-75/15-500
75
15
500
550
550-92/25-300
92
25
300
350
550-92/25-500
92
25
500
550
550-122/30-300
122
30
300
35
550-122/30-500
122
30
500
550
550-160/42-500
160
42
500
550
550-200/50-500
200
50
500
550


Tabel 6.5.  pemaikaian SSK Xaga 550
Kode Xaga 550
(Raychem)
Diameter urat kabel (mm)
Kapasitas kabel
(pair)
550 –  43  /    8 – 200
0,4 / 0,6 / 0,8
10 s/d 30
550 –  75 /  15 – 250
0,4 / 0,6 / 0,8
40 s/d 60
550 –  75 /  15 – 500
0,4 / 0,6 / 0,8
80 s/d 150
550 –   92 / 25 – 300
0,4 / 0,6 / 0,8
200 s/d 300
550 – 122 / 30 – 500
0,4 / 0,6
400 s/d 600
550 – 122 / 30 – 300
0,4 / 0,6 / 0,8
400 s/d 500
550 – 160 / 42 – 500
0,4 / 0,6 / 0,8
800 s/d 1200
550 – 160 / 42 – 500
0,4 / 0,6 / 0,8
600 s/d 800
550 – 200 / 50 – 500
0,4 / 0,6 / 0,8
1400 s/d 24000
550 – 200 / 50 – 500
0,4 / 0,6 / 0,8
1200 s/d 1400

Tabel 6.6. pemilihan ukuran XAGA 1000

Kode Xaga 550 Raychem
Diameter bundle urat maksimum (mm)
Diamter kabel maksimum (mm)
Bukan sambungan nominal (L) (mm)
Panjang kanister (mm)
100-62/15-250
62
15
250
600
100-62/15-350
62
15
350
690
1000-62/15-500
62
15
500
850
1000-62/15-650
62
15
650
1000
1000-92/30-250
92
30
250
600
1000-92/30-250
92
30
350
690
1000-92/30-500
92
30
500
850
1000-92/30-650
92
30
650
1000
1000-122/38-300
122
38
300
690
1000-122/38-500
122
38
500
870
1000-122/38-650
122
38
650
1020
1000-122/38-900
122
38
900
1280
1000-160-55-300
160
55
300
790
1000-160/55-500
160
55
500
970
1000-160/55-650
160
55
900
1050

d)    Bahan/material SSK XAGA

Type XAGA 550
1)    Selongsong Xaga
2)    Tabung aluminium/kanister
3)    Kenal/rel penjepit
4)    Continuity wire dengan 2 (dua)klip penjepit
5)    Klip pencabang
6)    Lembar aluminium foil untuk kabel
7)    Pita aluminium foil untuk kanister
8)    Tie Wrap
9)    Silika gel/zat desicant
10) Isolasi tape
11) Pita katun
12) Pita ampelas
13) Tissue kabel
14) Connector

Type Xaga 1000
1)   Selongsong Xaga
2)   Tabung aluminium/kanister
3)   Kanal/rel penjepit
4)   Continuty wire dengan 2 (dua) klip penjepit
5)   Klip pencabang
6)   Lembar aluminium foil untuk kabel
7)   Pita aluminium foil untuk kanister
8)   Tie Wrap
9)   Silika gel/zat desicant
10) Isolasi tape
11) Valve/Pentil
12) Pita katun
13) Pita ampelas
14) Tissue kabel
15) Connector



Gambar 6.6. Material SSK Xaga


6.2.6.    Fungsi masing-masing bahan SSK
1)    Selong song          :  Sebagai pembungkus sambungan kabel
2)    Connector             :  Untuk menyambung urat kabel
3)    Klip pencabang     :  Sebagai pemisah kabel pada sambungan cabang
4)    Tabung aluminium :  Sebagai pelindung mekanik
5)    Lembar aluminium            : Untuk melindungi kulit kabel dari panas pembakaran
6)    Pita aluminium      :  Sebagai pembaluut tabun aluminium
7)    Continuity wire :Sebagai pembalut tabung aluminium
8)    Rel penjepit :Untuk menyambung aluminium
9)    Silika Gel : Sebagai penyerap kelembababn air
10) Saling tape : Sebagai bantalan ;elindung kulit kabel
11) Isolasi Tape : Sebagai pembalut
12) Ampelas : Untuk mengasarkan kulit kabel

6.3.  Peralatan Sambung Kabel
Peralatan yang akan dibahas dalam hal ini adalah peralatan yang bersifat khusus saja, sedangkan peralatan yang sifatnya umum tidak akan diuraikan secara detail.

6.3.1      Peralatan Umum
Adalah peralatan yang sudah banyak dikenal oleh hampir semua orang. Peralatan umum yang biasa digunakan untuk penyambungan kabel adalah sebagai berikut :
1)    Gergaji besi
2)    Kombinasi tang
3)    Knip tang
4)    Pisau bengkok
5)    Scrapper
6)    Obeng
7)    Pita ukur ( meteran )
8)    Gunting
9)    Palu
10) Kunci pas atau kunci sok

4.3.2.   Peralatan Khusus
Adalah peralatan yang hanya dipakai dan dikenal oleh beberapa orang saja.
Peralatan / tool kit UC
1)    Drilling tool, untuk melubangi mof UC
2)    Tensioning tool, untuk menarik clamping band
3)    Pembelah kulit kabel ( Sneilder )
4)    Punch tool, alat pelubang kulit dalam kabel
5)    Crimping tool, untuk memasang connector
6)    Pita ukur khusus, untuk mengukur diameter kabel
7)    Pengukur kekencangan mof
a)                                         
b)                                        Peralatan / tool kit Xaga
1)    Crimping tool
2)    Kompor las
3)    Alat pengupas kabel khusus
4)    Scrapper

c)                                        Peralatan / tool kit PSI
1)    Washer Cutter Tool, untuk melubangi ring sekat.
2)    Trque wrench dengan ukuran gaya, untuk mengencangkan baut end plate dan maf penutup.
3)    Pita ukur khusus
4)    Kunci pas dan kunci sok




.Gambar 6.7. Pembelah kulit dalam kabel (Mantel Sneilder)
Gambar 6.8. Drilling Tool

Gambar 6.9. Washer Cutter Tool
Gambar 6.10. Punch Tool
Gambar 6.11. Crimping Tool B Wire Connector
Gambar 6.12. Crimping Tool UY Connector
Gambar 6.13. Crimping Tool Modul Connector
Gambar 6.14. Crimping Tool AMP Connector
Gambar 6.15. Ternsioning Tool



6.4. Teknik Penyambungan Kabel Tembaga Secara Umum
Yang dimaksud dengan tata cara penyambungan kabel secara umum adalah aturan-aturan / tahapan yang seharusnya dilakukan pada saat penyambungan kabel, yang meliputi persiapan, keselamatan kerja dan tahapan penyambungan kabel. Adapun tata cara yang bersifat lebih detail akan diuraikan pada saat membahas penyambungan dari masing-masing jenis Sarana Sambung Kabel ( SSK ) yang digunakan.

6.4.1. .  Tahapan / Langkah – langkah Penyambungan Kabel :
Tahapan penyambungan kabel baik menyambung kabel udara, kabel tanah maupun kabel duci semuanya mempunyai langkah-langkah penyambungan yang sama yaitu


:
























Gambar 6.16. Tahap tahap penyambungan

6.4.2. Persiapan penyambungan
Yang dimaksud dengan langkah persiapan penyambungan adalah suatu kegiatan yang harus dilaksanakan terhadap material dan peralatan yang diperlukan beserta sarana penunjang lainnya sebelum pelaksanaan penyambungan kabel.

Macam Persiapan Penyambungan
a)    Persiapan material sarana sambung
Sediakan semua material yang diperlukan sesuai SSK yang akan digunakan.
b)    Persiapan perkakas / peralatan
Sediakan semua peralatan yang diperlukan sesuai SSK yang akan digunakan.
c)    Persiapan pengamanan kerja dan pekerja
¨       Pengamanan kerja
      Peralatan penunjang untuk kelancaran proses penyambungan misalnya tangga, penyangga static, genset & lampu, pompa air, tenda ……dll.
¨       Pengamanan pekerja
      Peralatan penunjang agar pekerja dapat melaksanakan penyambungan dengan aman, misalnya sabuk pengaman, topi pengaman, sarung tangan, gas detektor, PPPK …dll.



5)    Persiapan kabel
Ukur kontinuitas dan tahanan isolasi kedua bagian kabel yang akan disambung untuk meyakinkan kabel tersebut baik.

6)    Persiapan tempat penyambungan
 Persiapan tempat penyambungan tergantung dari jenis kabel yang diinstalasi yaitu :
¨       Persiapan penyambungan kabel udara
Penyambungan kabel udara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
1)    Dilaksanakan diatas tanah, sebelum kabel dipasang.
2)    Dilaksanakan diatas tiang, setelah kabel terpasang pada tiang.
Posisi sambungan harus dekat dengan tiang dan krdua kawat penggantung ( bearer ) kabel ditambatkan pada tiang melalui span wartel.

Menambahkan bearer pada tiang.
a)    Untuk penyambungan diatas tiang, bearer ditambatkan sebelum penyambungan kabel dikerjakan.
b)    Untuk penyambungan diatas tanah, bearer ditambatkan sesudah penyambungan kabel dikerjakan.
c)    Kawat penggantung / bearer kabel dipisahkan dari kabelnya dengan cara membelah menggunakan pisau bengkok serta dikupas selubungnya.
d)    Kedua penggantung ditambatkan pada besi sekang dikedua belah sisi tiang melalui span wartel.
e)    Jepit kawat penggantung dengan buldog grip

                                  


Gambar 6.17. Penambatan bearer pada tiang



Perlu diperhatikan pengamanan pekerja, baik yang diatas tiang maupun yang dibawah tiang seperti pemasangan safety belt, pengikatan tangga, pemggunaan alat penyambungan, rambu-rambu lalu lintas yang jelas dan sebagainya.
¨       Persiapan penyambungan kabel tanah tanam langsung
Penyambungan kabel tanah tanam langsung biasanya dikerjakan setelah kabel ditimbun sehingga yang tampak ujung-ujung kabel yang akan disambung saja.
1)    Untuk memudahkan bekerja pada titik sambung, buatlah lubang galian tempat penyambungan kabel dengan ukuran sebagai berikut:
§  Panjang= ( 20 D + 100 ) cm
§  Lebar = ( 20 D + 100 ) cm
§  Kedalaman = ( t + 30 ) cm
Dimana : D  = Diameter luar kabel
  t    = kedalaman alur kabel ( min = 60 cm )
2)  Siapkan cadangan ujung kabel atau slack kabel masing-masing ujung kabel panjangnya minimal = 60 D + 100 cm.
3)  Pasang tenda
4)  Pasang pancang atau patok pada kedua sisi ujung kabe



Gambar 6.18. Lubang galian sambungan Kabel



¨      Persiapan penyambungan kabel tanah polong ( duct )
            Pada saat menyambung kabel duct, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a) Pasang rambu peringatan bahwa ada pekerjaan yang sedang dilaksanakan dalam manhole.
a)    Pada saat akan masuk kedalam manhole, lakukan pengetesan adanya gas yang membahayakan dalam manhole. Bila terdapat gas berbahaya hembuskan dengan blower udara dari luar.
b)    Keringkan manhole bila berisi air.
c)    Pengaturan alur kabel diatas penyangga kabel dan dekat dinding MH agar teratur rapih.
d)    Pada saat bekerja tidak membahayakan kabel yang ada




Gambar 6.19. Rambu peringatan pada manhole



6.4.3. Pengupasan kulit / selubung kabel
Pengupasan dan pemotongan kulit luar kabel menggunakan lap sheathcutter, atau gergaji kira-kira setengah tebal kulit kabel, kemudian ditekuk dan ditarik atau menyayat dengan cutter / pisau bengkok dan mengupas.
Untuk kabel tanah tanam langsung pengupasan selubung kabel termasuk armouring baja, kulit dalam kabel dan aluminium foil.
Lapisan armour apabila tidak dipotong dapat disambungkan dengan ujung armour yang lain dan berfungsi membantu system perlindungan elektris dari lapisan aluminium.

6.4.4.    Penyambungan urat kabel
Dilakukan pengelompokan per unit atau per quad dengan memilih unit/quad kabel yang akan disambung, kemudian dipotong sepanjang 10 cm dan urat kabel disambung dengan konektor.
Bundel sambungan ditekuk sejajar dengan kabel asal dan diikat dengan pita pelilit unit tersebut.

6.4.5.    Penyambungan Lapisan pelindung elektris
Menghubungkan lapisan aluminium menggunakan material grounding, hingga system pengardean terintegrasi.

6.4.6.    Pengetesan hasil sambungan kabel
Yang dimaksud dengan pegetesan dalam hal ini adalah mengecek apakah pekerjaan penyambungan kabel telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan atau tidak.

Pengetesan / pengecekan meliputi :
a)    Pengecekan visual
      Terhadap bagian-bagian/part SSK yang telah dipasang (setelah selesai setiap tahap detail penyambungan).
b)    Pengetesan kontunuitas :
      Terhadap seluruh urat yang disambung (sebelum sambungan ditutup)

6.4.7.    Penutupan sambungan kabel
Seluruh urat kabel diikat / dibundel hingga bundle sambungan sekecil mungkin dan masukan bahan-bahan pelnangkal kelembaban.
Lakukan penutupan hasil sambungan menggunakan mof atau selongsong SSK sehingga sambungan terhindar dari kebocoran.

6.4.8.    Penyelesaian penyambungan
a)    Sambungan KTTL
Setelah selesai penyambungan kabel tanah tanam langsung sambungan kabel diurug dengan pasir setebal 20 cm dan dipsanag batu pelindung (deksteen). Penimbunan lubang galian sambungan kabel sesuai dengan ketentuan instalasi kabel tanam langsung.
Pada permukaan tanah tepat di atas titik sambung dipasang tanda sambungan seperti gambar berikut : 


 
Gambar 6.20. Tanda sambungan dan tanda rute kabel


b)    Sambungan Kabel Udara
Ikat sambungan kabel dengan pita isolasi/pita pengikat pada kawat penggantung (bearer) aluminium pada 3 (tiga) tempat yang kuat dan rapi

Gambar 6.21. Pemasangan sambungan kabel udara


c)    Sambungan Kabel Udara dengan KTTL
Ikat sambungan kabel dengan pita isolasi / pita pengikat pada tiang minimal pada 2 ( dua ) tempat yang kuat dan rapi



Gambar 6.22. Pemasangan sambungan KU dan KTTL pada tiang

d)    Sambungan Kabel Duct
Atur dan rapikan kabel serta sambungan tersebut pada rak kabel hingga masih ada ruang kerja yang cukup didalam manhole


Gambar 6.23. Pengaturan sambungan kabel dalam manhole

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;