Kamis, 08 Desember 2011

LAPORAN! ! penyambungan kabel multy pair dengan XAGA

 


 



REFERENSI





-       VIDEO PENYAMBUNGAN KABEL ( NARASI)
-       PPJT (Pedoman pemasangan jaringan telekomunikasi)
-       PERKAKAS ( Alat dan bahan praktek )
-       FORMAT LAPORAN MENGACU PADA MODUL 1
-       NARASUMBER YANG BISA DIGUNAKAN
















TUJUAN

Modul ini membahas tentang cara penyambungan kabel berisolasi dan berselubung.
Polietilen berpasangan urat jamak (multi pair) dengan tujuan untuk dipedomani.
Dalam pelaksanaan dilapangan sehingga diperoleh hasil yang serasi,berkualitas, indah dan rapih.

DEFINISI

a.     Penyambungan kabel adalah suatu proses penyambungan ekor kabel dengan kepala kabel dengan memakai sarana sambung kabel sedemikian rupa sehingga mutu elektris dan mekanis kabel tersebut pulih kembali seperti kabel tanpa sambungan.
b.     Sarana sambung kabel adalah sarana pembungkus sambungan kabel beserta segenap komponennya yang memenuhi spesifikasi teknis PT.TELKOM.
c.     Sarana sambung kabel proses pemanasan adalah sarana sambung kabel YANG berfungsi setelah proses pemanasan sesuai dengan STEL-L 001/R2A.
d.     Slack adalah cadangan panjang kabel untuk penyambungan.
e.     Continuity Wire/bar adalah penghubung pelindung elektris
f.        Konektor adalah’ sebagai sarana penghubung urat kabel.
g.      Ekor kabel adalah ujung kabel yang penghitungan uratnya searah dengan putaran jarum jam bila dipandang dari ujung kabel.
h.      Kepala kabel adalah ujung kabel yang penghitungan uratnya berlawanan arah dengan putaran jarum jam bila dipandang dari ujung kabel
i.        Kanester adalah selongsong logam sebagai cetakan dan penguat mekanis sarana sambung.
j.        Kutub pentanahan adalah kutub atau fasilitas pada sarana sambung untuk pentanahan.


PERSIAPAN

Sebelum penyambungan kabel dilakukan terlebih dahulu harus ditempuh langkah-langkah persiapan
Yaitu :
material sarana sambung, perkakas, pengamanan pekerja dan kerja,persiapan kabel serta tempat penyambungan.

Persiapan Sarana Sambung Kabel

Persiapkan material yang dipakai Sarana Sambung Kabel (SSK) dengan proses pemanasan (Tabel 8-01)

PERSIAPAN PERKAKAS
Persiapan Pengamanan Kerja dan Pekerja

A.     Perkakas Kerja
1. Penyangga statik
2. Genset 800watt 110/220 volt dilengkapi lampu
3. Tenda
4. Pompa air, ember mengeringkan hand/man hole
5. Tangga
6. Rambu-rambu
7. Blower
8. Alat pembuka tutup manhole seperti linggis, katrol, dll

B.     Pengamanan Pekerja
1. Helm pengaman
2. Sabuk pengaman
3. Kaos tangan
4. Gas detektor untuk manhole
5. PPPK
6. Rompi spotlight, dll



Persiapan Kabel

Ukur kontinuitas dan tahanan isolasi kedua bagian kabel untuk meyakinkan kabel tersebut baik.

Persiapan Tempat Penyambungan

A.  Kabel polong/duct cable
1.       Periksa gas dalam manhole, bila terdapat gas yang berbahayamaka dihembuskan dengan blower udara dari luar dan pelihara sirkulasi selama penyambungan
2.       Keringkan manhole bila berisi air.



B.    Kabel Tanah Tanam Langsung
Siapkan lubang sambung kabel sesuai bentuk dan seperti Gambar
Dimana : D adalah diameter luar kabel; X adalah kedalaman alur
kabel minimal 60 cm, atau sesuai ketentuan PEMDA setempat.
Siapkan cadangan ujung kabel masing-masing panjang minimal 60 kali diameter luar kabel ditambah 100 cm, diperuntukkan untuk 2 kali
penyambungan disertai pemotongan kabel.

C.     Kabel Udara
Penyambungan kawat penggantung :
Tempat sambungan harus didekat tiang dan kawat penggantung
ditambatkan pada tiang melalui span wartel; penjelasannya adalah sebagai berikut :
1.      Kedua penggantung dipisahkan dari kabel serta dikupas selubungnya.
2.      Kedua penggantung ditambatkan pada besi sekang dikedua belah sisinya seperti gambar  dibawah
3.      Jepit kawat penggantung dengan bulldog grip pada jarak seperti
gambar  dibawah



PELAKSANAAN

A.     Langkah-langkah pelaksanaan dalam pedoman ini disusun secara bertahap,setelah selesai dikerjakan harus diperiksa hasilnya sebelum melangkah pada tahap berikutnya.Karena beraneka ragamnya model sarana sambung maka pada dasarnya harus diikuti secara cermat pelaksanaan dari penyambungan SSK yang bersangkutan.

B.     Pelaksanaan penyambungan kabel
 Pelaksanaan penyambungan kabel harus sesuai dengan jenis SSK yaitu :
1.      SSK dengan proses pemanasan
                             
a). Pengupasan selubung kabel.
·        Ukur panjang kabel yang akan dikupas sesuai panjang kanester serta 10 cm keujung luar tandai dengan pita perekat seperti gambar dibawah

·        Kupas kedua ujung selubung kabel, termasuk pelindung mekanis baja untuk kabel tanam langsung.
b. Pemasangan Continuity Wire/Bar Connector
·        Belah selubung kabel dan lapisan aluminiumnya pada dua tempat sepanjang 3,5 cm dan lebar 2 cm
·        Pasang Continuity Wire/Bar Connektor pada tiap belahan;
·        Aluminium berlapis plastik harus dilepaskan agar kontak
sempurna.

c. Pengaturan posisi ujung kabel
·        Kedua ujung kabel yang merupakan ekor dan kepala diatur
sedemikian rupa sehingga nomor unit/sub unit yang sama
membentuk suatu garis lurus
·        Ikat kedua ujung kabel pada penyangga statik.

d. Penyambungan urat-urat kabel.
·        Lilit dan ikat kode pengenal pada tiap unit atau sub unit pada pangkal kupasan.
·        Pilin dua kali untuk tiap quad agar tidak tertukar satu sama lain
·        Sambungkan urat-urat kabel dengan menggunakan konektor tanpa mengupas isolasi. Gunakan Konektor yang bermutu, setidaknya telah dinyatakan dengan Sertifikat QA. Agar sambungan urat kabel tidak terlalu besar dan untuk memudahkan kita melakukan identifikasi maka perlu dikelompokkan secara merata.

e. Pemasangan Continuity Wire dan kawat pentanahan
·        Pasang Continuity Wire dan kawat pentanahan pada Continuity Wire Connector yang telah terpasang;
·        Balut belahan selubung dalam kedua ujung kabel yang sudah dipasang Continuity Wire;
·        Kawat pentanahan terbuat dari kawat BCC berisolasi warna kuning.

f. Pembalutan sambungan urat-urat kabel.

·        Balut sambungan urat-urat kabel dengan pita rekat agar terlihat  rapi.
·        Balutkan sambungan dan Continuity Wire dengan lembaran plastik yang panjang dan lebarnya sesuai dengan sambungan, setelah dimasukkan silica gel.
·        Sebelum ditutup dengan selongsong sebaiknya diberi identitas pelaksana penyambungan yang terdiri dari : nama perusahaan, waktu penyambungan (tanggal, bulan, tahun) dan nama jointer.
g. Persiapan pemasangan selongsong

·        Bersihkan kedua ujung selubung kabel
·        Ukur selongsong logam pada sambungan sehingga seluruh sambungan tertutup oleh kanester.
·        Pasang pita sekat pada posisi 2,5 cm ke luar dari sisi sambungan sebanyak 1 (satu) lapis

h. Pemasangan selongsong sambung

·        Pasang kanester pada sambungan dan atur  agar ujungnya ditengah-tengah pita sekat;
·        Balut ujung-ujung dan bagian tengah kanester dengan pita perekat

·        Kasarkan secara melingkar selubung kabel sepanjang yang akan ditutup dengan selongsong panas kerut;
·        Ukur selongsong secara simetris tepat diatas kanester dan beri tanda pada kedua ujungnya;
·        Balut kabel dengan aluminium foil dengan jarak 2,5 cm ke dalam tanda tadi.
·        Bersihkan selubung kabel antara pita rekat dengan aluminium foil dengan tissue.
·        Hangatkan bagian yang dibersihkan tadi dengan kompor pemanas.
·        Pasang selongsong panas kerut dimana bagian belahannya berada diatas, kemudian jepit kedua belahannya. Jika menggunakan 2  jepitan maka titik jepitan keduanya harus tepat ditengah dan disambung dengan jepitan penyambung.

j) Pemanasan selongsong sambung panas kerut

·        Pemanasan dengan kompor atau elpiji,dimulai dari tengah-tengah selongsong secara melingkar menuju kesalah satu ujung. Bagian yang dijepit terakhir untuk dipanasi. Akhir dari pemanasan adalah ditandai dengan adanya cairan lem yang meleleh pada ujung selongsong serta perubahan bintik cat hijau dari pabrik berubah menjadi hitam.
·        Potonglah kelebihan jepitan pada kedua ujung.


0 komentar:

Poskan Komentar

 
;